Medication error merupakan ancaman signifikan terhadap keselamatan pasien yang masih sering terjadi dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit. Kesalahan pengobatan dapat terjadi pada berbagai tahapan penggunaan obat, yaitu prescribing, transcribing, dispensing, dan administration. Pasien anak merupakan kelompok yang rentan mengalami medication error karena memerlukan perhitungan dosis yang disesuaikan dengan berat badan, usia, serta kondisi klinis. Risiko tersebut dapat meningkat pada penggunaan terapi intravena yang memerlukan ketelitian tinggi dalam proses penyiapan dan pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian medication error pada berbagai fase penggunaan obat pada pasien anak di rumah sakit, dengan penekanan pada terapi intravena apabila data tersedia. Penelitian dilakukan menggunakan metode narrative review terhadap 50 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa medication error ditemukan pada seluruh fase penggunaan obat. Pada fase prescribing, kesalahan dominan berupa ketidaklengkapan informasi resep seperti berat badan, dosis, dan rute pemberian. Pada fase transcribing ditemukan kesalahan penyalinan dan dokumentasi terapi. Fase dispensing didominasi oleh kesalahan penyiapan obat, pelabelan, serta rekonstitusi sediaan steril, sedangkan pada fase administration sering ditemukan ketidakpatuhan terhadap standar prosedur operasional pemberian obat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa medication error masih menjadi masalah dalam pelayanan pediatri sehingga diperlukan peningkatan sistem verifikasi obat, penerapan prosedur keselamatan pasien, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026