Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama di bawah usia lima tahun. Kondisi ini menyebabkan gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen (SpO₂) dan peningkatan respiratory rate (RR). Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah fisioterapi dada yang bertujuan membantu pengeluaran sekret dan meningkatkan fungsi pernapasan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen (SpO₂) dan penurunan respiratory rate (RR) pada anak dengan pneumonia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest -posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 15 anak dengan pneumonia di Ruang Alamanda yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi fisioterapi dada menggunakan pulse oximeter untuk SpO₂ dan pengukuran RR menggunakan ari timer. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi 94,20% (hipoksia ringan) meningkat menjadi 97,07% (normal) setelah intervensi. Rata-rata nilai respiratory rate menurun dari 24,13x/menit (takipnea) menjadi 22,73 x/menit (mendekati normal). Uji statistik menunjukkan p-value =0,000 untuk saturasi oksigen, dan p-value = 0,017 untuk respiratory rate (p<0,05). Kesimpulan: fisioterapi dada efektif secara signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen dan penurunan respiratory rate pada anak dengan pneumonia. Disarankan tenaga kesehatan dapat menjadikan fisioterapi dada sebagai salah satu intervensi pendukung dalam penatalaksanaan pneumonia pada anak.
Copyrights © 2026