Novikasari, Linawati
Dosen Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DENGAN PENYEMBUHAN LUKA POST OPERATIF PADA ANAK DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Novikasari, Linawati; Sanjaya, Hadi; ., Setiawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan Bedah Menempati Ururan Ke-11 Dari 50 Pertama Penanganan Pola Penyakit Di Rumah Sakit Se Indonesia. Prevalensi Gangguan Nutrisi Di Indonesia Pada Pasien Rawat Inap Pada Hari Pertama Adalah 16%. Pada Hari Perawatan Ke-7 Persentase Pasien Yang Mengalami Gizi Kurang Dan Buruk Naik Menjadi 20%. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Diketahui Hubungan Asupan Nutrisi  Dengan Penyembuhan Luka Post Operatif Pada Anak Di Rsud. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Jenis Penelitian Kuantitatif, Rancangan Analitik Dengan Pendekatan Cross Sectional, Sampel Sebanyak 34 Orang Dengan Teknik Total Sampling. Pengambilan Data Menggunakan Kuesioner Dan Menggunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil Penelitian  Diketahui Bahwa Asupan Nutrisi  Pada Anak Post Operatif Dengan Kategori Kurang Baik Sebanyak 11 Responden (32,4%). Penyembuhan Luka Post Operatif Pada Anak Dengan Kategori Kurang Baik Sebanyak 10 Responden (29,4%). Ada Hubungan. Asupan Nutrisi  Dengan Penyembuhan Luka Post Operatif Pada Anak. Hasil Uji Statistik P Value = 0,005 (  Or: 11,667. Disarankan Petugas Kesehatan Memberikan Makan Sedikit Tapi Sering, Makan Selagi Hangat Dan Kolaborasi Dengan Ahli Gizi Untuk Memberikan Makanan Yang Disukai Pasien.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT CANDIMAS MEDICAL CENTER KOTABUMI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Linawati Novikasari; Hairunisa Hairunisa
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.438 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.1698

Abstract

ABSTRACT : THE CORRELATION BETWEEN CARING BEHAVIOR OF NURSES AND ANXIETY LEVEL ON PEDIATRIC INPATIENTS AT CANDIMAS MEDICAL CENTER HOSPITAL OF KOTABUMI OF LAMPUNG UTARA REGENCY Introduction: Based on pre-survey data conducted through interview and observation on 10 January 2019 at Pediatric Wards of Candimas Medical Center Hospital of Kotabumi, there were ten children. Seven out of ten children (70%) experienced worries while the rest three children (30%) was not worrying. Based on the interview on ten companions of the children, seven of them (70%) stated the nurses in charge did not exhibit caring behavior meanwhile three others (30%) stated the nurses performed caring conducts. On another pre-survey site, Hi M. Yusuf Hospital of Kotabumi of Lampung Utara Regency, there were four out of ten children (40%) got anxiety while the rest six (60%) did not get anxiety. On the family point of view, there were four uncaring nurses (40%) but other six nurses (60%) had caring performance. By comparing the data, it is known that the anxiety at Candimas Medical Center Hospital of Kotabumi had more anxious children than Hi. M. Yusuf Hospital did.Objective: this study was to identify the correlation between caring behavior of nurses and anxiety level on pediatric inpatients at Candimas Medical Center Hospital of Kotabumi of Lampung Utara Regency in 2019.Method: this was a quantitative study with cross sectional approach. the population comprised 36 parents who accompanied their children at the pediatric wards. The sampling technique was total sampling for 36 respondents.Result: the analysis revealed that 13 nurses performed a good caring while three patients (30.8%) experienced anxiety. On the other hand, 26 nurses conducted a good caring while six patients (26.1%) were not anxious (P value 0.030 and OR 0.157).Conclusion: There was a correlation between caring behavior of nurses and anxiety level on pediatric inpatients at Candimas Medical Center Hospital of Kotabumi of Lampung Utara Regency in 2019. The nurses at the hospital are suggested to improve their caring quality in handling pediatric inpatients by giving counseling about disease information to the patients. Keywords      : caring behavior and anxiety                   ABSTRAK : HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT CANDIMAS MEDICAL CENTER KOTABUMI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Pendahuluan :Berdasarkan data prasurvey dengan metode wawancara dan observasi pada tanggal 10 Januari 2019 Di Ruang Anak Rumah Sakit Candimas Medical Center Kotabumi, terdapat 10 pasien anak yang dirawat di ruang anak, dari 10 responden 7 anak (70%) mengalami kecemasan dan 3 anak (30%) tidak cemas, sedangkan dari hasil wawancarapadakeluargapasienmengatakanterdapat 10 perawat, dimana 7 perawat (70%)tidak caring dan 3 perawat (30%) caring, dari 10 responden 4 anak (40%) mengalamikecemasan dan 6 anak (60%) tidak cemas, sedangkan terdapat 10 perawat, dimana 4 perawat (40%) tidak caring, maka angka kejadian kecemasan anak yang disebabkan oleh kecemasan lebih tinggi Di Rumah Sakit Candimas Medical Center Kotabumi dari pada RS Hi M.Yusuf KotabumiTujuan :Untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien anak rawat inap di Rumah Sakit Candimas Medical Center Kotabumi Lampung Utara tahun 2019Metode :Jenis penelitian kuantitatif  rancangan analitik pendekatan cross sectional. Populasi orang tua anak rawat inap pada ruang anak berjumlah 36 responden dengan sampel 36 responden. Teknik sampling Total SamplingHasil   : hasil penelitian 13 perawat perilaku caring baik dimana 4 pasien (30,8%) mengalami cemas, 23 perawat perilaku caring baik 6 pasien (26,1%) tidak cemas dan (p-value 0,030 dan OR 2,310).Kesimpulan   : Ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan kecemasan pasien anak rawat inap Di Rumah Sakit Candimas Medical Center Kotabumi Lampung Utara Tahun 2019. Diharapkan para tenaga kesehatan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara aktif dalam memberikan penyuluhan kesehatan khususnya tentang pengetahuan peyakit yang dialami pasien.Kata Kunci        : Perilaku Caring & Kecemasan   
Hubungan Penggunaan Gadget Terhadap Kesehatan Mata Anak Di Sekolah Dasar Al Azhar I Bandar Lampung Riska Wandini; Linawati Novikasari; Maya Kurnia
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.855 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i4.3049

Abstract

ABSTRACT: THE INFLUENCE BETWEEN GADGET USE AND EYE HEALTH ON STUDENTS OF AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG ELEMENTARY SCHOOL  Introduction: improper gadget use such as excessive frequency of use, incorrect position and bad lighting may decrease visual acuity that will impact career, social economy, education and intelligence. As addition the increase of myopia on children may cause various types of complications like permanent visual impairment (blindness), cataract and glaucoma. The other myopia complications are chorioretinal degeneration (Chorioretinal athropy), ablasio retina, and ocular irritation on children with high myopia. Based on a pre-survey conducted by the researcher on 30th January 2018, Al Azhar 1 Elementary School had the biggest number of student wearing eyeglasses amounting to 187 students compared with 143 students at Al Azhar 2 Elementary School and 57 students at Way Halim 1 Elementary School. Eight out of 30 students (26.7%) at Al Azhar 1 Elementary School wear glasses. The interview found that 21 of them (70%) use gadget. Objective: this study was to identify the effect of gadget use towards eye health on students of Al Azhar 1 Bandar Lampung Elementary School in 2019. Method: This research is quantitative. The design was analytical survey that indicated this research tried to scrutinize how and why a certain health phenomena happened. The approach of this research was retrospective. The population of this research is the whole four to five grade students at Al Azhar 1 Bandar Lampung Elementary School in 2019 amounting to 360 students. The minimum samples were 190 respondents. The sampling technique was simple random sampling. Result: based on the statistical analysis, p value was 0.003 or p value < 0.05 Conclusion: which can be meant there was an effect of gadget use twards eye health on students of Al Azhar 1 Bandar Lampung Elementary School in 2019. The school stakeholders are suggested to give additional time to educate their students on taking care of eye health.  Keywords     : gadget use, eye health      INTISARI: PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KESEHATAN MATA ANAK DI SEKOLAH DASAR AL AZHAR I BANDAR LAMPUNG Pendahuluan : Penggunaan gadget yang salah seperti frekuensi penggunaan gadget yang berlebihan, posisi yang tidak benar dan intensitas pencahayaan yang tidak baik, akan berdampak terhadap penurunan tajam penglihatan, yang akan berefek pada karir, sosial ekonomi, pendidikan bahkan juga tingkat kecerdasan. Selain itu,  semakin bertambahnya miopi pada anak juga akan meningkatkan berbagai risiko komplikasi, seperti gangguan permanen visual (kebutaan), katarak dan glaucoma. Komplikasi lainnya yang dapat ditimbulkan oleh miopi yaitu Chorioretinal Degeneration (Chorioretinal athropy), Ablasio retina, serta gangguan okuler pada anak dengan miopi tinggi. Dari hasil survei yang peneliti lakukan pada tanggal 30 Januari 2018, diketahui bahwa penggunaan kacamata pada anak sekolah dasar tertinggi adalah di SD Al Azhar 1 (187 siswa) jika dibandingkan dengan SD Al Azhar 2 (143 siswa) atau SD Negeri 1 Way Halim (57 siswa). Hasil presurvey yang dilakukan terhadap 30 orang anak di SD Al Azhar 1 diketahui bahwa sebanyak 8 orang (26,7%) menggunakan kacamata. Dan berdasarkan wawancara diketahui bahwa sebanyak 21 orang anak (70%) menggunakan gadget.Tujuan : Diketahui pengaruh penggunaan gadget terhadap kesehatan mata anak di Sekolah Dasar Al Azhar I Bandar Lampung Tahun 2019.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik yang artinya penelitian yang menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi, dengan menggunakan pendekatan retrospective. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4-5 Sekolah Dasar Al Azhar I Bandar Lampung Tahun 2019 yang berjumlah 360 siswa, Sehingga sampel minimum yang didapatkan berjumlah 190 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling.Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,003 atau p-value < 0,05.Kesimpulan: terdapat pengaruh penggunaan gadget terhadap kesehatan mata anak sekolah di Sekolah Dasar Al Azhar I Bandar Lampung Tahun 2019. Diharapkan kepada pihak sekolah agar dapat memberikan pendidikan kepada anak tentang kesehatan mata melalui jam tambahan belajar khusus untuk membahas tentang kesehatan mata. Kata Kunci    : Penggunaan Gadget, Kesehatan Mata
Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Feeding Practice Pada Ibu Dengan Balita Stunting Di Puskesmas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agungkabupaten Lampung Tengah Linawati Novikasari; Livia Eka Fitriana
Malahayati Nursing Journal Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.077 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v3i1.3724

Abstract

ABSTRACT :   THE EFFECT OF NUTRITIONAL EDUCATION ON FEEDING PRACTICE IN MOTHER WITH STUNTING CHILDREN AT PUSKESMAS SIMPANG AGUNG KECAMATAN SEPUTIHAGUNG KABUPATEN LAMPUNGMIDDLE OF 2020 Background : Nutrition is one of the factors that determine the success of achieving optimal growth and development during toddlerhood. The golden period of growth requires proper nutritional support. Good nutrition will speed up recovery and reduce the intensity (emergency) of infectious diseases in toddlers.Purpose : Of this study was to determine the effect of nutrition education on feeding practice in mothers with stunted children at the Simpang Agung Public Health Center, Seputih Agung District, Central Lampung Regency, 2020.Method : The type of research used in this research is quantitative with the design in this study using a Quasi Experiment using the One Group Pretest Postest approach. The population in this study were all mothers who had children under five with a total of 30 mothers with a total sample of 30 mothers. In this study the sampling technique used was the total population, this is because the available population <100 respondentsResult : Based on statistical tests, it is known that the p-value is 0,000 or p-value <0.05, which means the effect of nutritional education on feeding practice in mothers with stunting children at the Simpang Agung Public Health Center, Seputih Agung District, Central Lampung Regency in 2020.Conclusion : It is known that at Simpang Agung Public Health Center, Seputih Agung District, Central Lampung Regency in 2020, the average Feeding Practice before being given nutrition education was 27.13 with a standard deviation of 8.978 and a standard error of 1.639, while after being given nutrition education the average Feeding Practice was 40.83 with a standard deviation of 10.923 and a standard error of 1.994. It is known that based on the average results before and after, the difference is 13,700. Keywords            : Nutrition Education & Feeding Practice  Pendahuluan : Gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan untuk mencapai tumbuh kembang optimal pada masa balita. Periode emas pertumbuhan memerlukan dukungan gizi yang tepat. Gizi yang baik akan mempercepat pemulihan dan mengurangi intensitas (kegawatan) penyakit infeksi pada balita.Tujuan : Dalam penelitian ini adalah diketahui Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Feeding Practice pada Ibu dengan Balita Stunting Di Puskesmas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan dalam penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One Group Pretes Postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita  Stunting  yang berjumlah 30 ibu dengan jumlah sampel berjumlah 30 ibu. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total populasi, hal ini dikarenakan populasi yang tersedia < 100 respondenHasil : Berdasarkan uji statistic, diketahui p-value 0,000 atau p-value < 0,05, yang artinya Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Feeding Practice pada Ibu dengan Balita Stunting Di Puskesmas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020Kesimpulan : Diketahui bahwa Di Puskesmas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020, rata-rata Feeding Practice sebelum diberikan edukasi gizi adalah 27,13 dengan standar deviasi 8,978 dan standar eror 1,639, sedangkan sesudah diberikan edukasi gizi rata rata Feeding Practice adalah 40,83 dengan standar deviasi 10,923 dan standar error 1,994. Diketahui berdasarkan hasil rata-rata sebelum dan sesudah, nilai selisihnya adalah 13,700. Kata Kunci               : Edukasi Gizi & Feeding Practice
Efektifitas Terapi Pijat Kaki Dan Rendam Air Hangat Campur Kencur Untuk Edema Kaki Pada Ibu Hamil Trimester III Di Desa Margorejo Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Esti Handayani; Linawati Novikasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.4774

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Pada tahun 2017 AKI di lampung terus meningkat sebesar 158 kasus, dan pada tahun 2018 kasus AKI meningkat mencapai 130 kasus. Angka terjadinya kematian pada ibu hamil di lampung pada tahun 2018 disebabkan beberapa faktor yaitu karena anemia 36.3, perdarahan ante partum 11.7%, eklampsia pada kehamilan dengan keluhan sakit kepala berat dan tekanan darah tinggi pada ibu hamil sebelum atau sesudah persalinan yaitu mencapai 24%. Tujuan pemberian terapi untuk melancarkan peredaran darah, membentu mengatasi stress, peningkatan system keseimbangan dan membantu relaksasi. Rancangan studi kasus (case study) menggunakan 2 subjek yang berdomisili di Desa Margorejo Kecamatan Jati Agung. Metode yang digunakan adalah pemberian tindakan terapi pijat kedua kaki yang bengkak dan melakukan rendam kaki dengan air yang hangat campur kencur pada ibu hamil yang kakinya mengalami bengkak. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan terapi pijat pada kaki dan melakukan rendam kedua kaki menggunakan air hangat yang dicampur dengan kencur pada ibu hamil trimester ke tiga mengalami penurunan pada kakinya yang bengkak. Sebelum dilakukan terapi lingkaran kaki klien 26 cm dengan pitting edema 0.7 cm dan setelah dilakukan terapi selama 5 hari terdapat perubahan pada kaki menjadi 23 cm dengan pitting edema 0.2 cm. Kata Kunci: Pijat Kaki, Rendam Air Hangat Campur Kencur, Edema KakiABSTRACT Based on data from the Lampung Provincial Health Office, in 2017 MMR in Lampung continued to increase by 158 cases, and in 2018 MMR cases increased to 130 cases. The death rate for pregnant women in Lampung in 2018 was due to several factors, namely anemia 36.3, ante partum bleeding 11.7%, eclampsia in pregnancy with complaints of severe headaches and high blood pressure in pregnant women before or after delivery, which reached 24%. The purpose of therapy is to improve blood circulation, help overcome stress, improve the balance system and help relaxation. The case study design uses 2 subjects who are domiciled in Margorejo Village, Jati Agung District. The method used is descriptive analysis method and nursing care. The results of the case study showed that after being given massage therapy on the feet and soaking both feet using warm water mixed with kencur in the third trimester pregnant women experienced a decrease in swollen feet. Before therapy the client's foot circle was 26 cm with pitting edema 0.7 cm and after 5 days of therapy there was a change in the foot to 23 cm with pitting edema 0.2 cm. Keywords: Foot Massage, Soak Warm Water Mixed With Kencur, Leg Edema
Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Ketidakefektifan Pola Napas Pada Pasien Anak Dengan Asma Bronchiale Di Desa Bumimas Lampung Timur Linawati Novikasari; Dewi Kusumaningsih; Rafika Anjarsari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.4719

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) Asma merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di masyarakat dan memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Asma tidak hanya menyerang anak-anak melainkan seluruh kelompok usia. Saat ini diperkirakan sebanyak 235 juta orang menderita asma di dunia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 Prevalensi penderita asma di Indonesia menginjak angka 2,4%. Prevalensi asma tertinggi terdapat di provinsi Yogyakarta 4,5%, provinsi Kalimantan timur menjadi provinsi tertinggi kedua 4,1%, dan Bali menjadi provinsi tertinggi ketiga 4,0%, diikuti oleh provinsi Kalimantan tengah dan Kalimantan utara, prevalensi terendah adalah provinsi Sumatera utara (1,0%). Salah satu cara mengontrol gejala yang timbul  pada penderita asma serta mengurangi keparahan gejala asma adalah dengan memberikan latihan pernapasan. Salah satu latihan pernapasan yang dapat digunakan   pada   anak   dengan   asma adalah Pursed  Lip  Breathing  (PLB). Pursed  Lips  Breathing adalah latihan pernapasan dengan tujuan untuk mempermudah proses pengeluaran udara di dalam paru-paru yang terjebak, dengan  cara membantu melakukan penekanan pada proses ekspirasi. Rancangan studi kasus dilakukan kepada dua subjek di desa Bumimas Lampung Timur. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan asuhan keperawatan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan pursed lips breathing terjadi peningkatan status oksigenasi pada kedua subjek. Subjek dapat mengerti dan  memberikan terapi saat anak mengalami kekambuhan asma bronkial di rumah. Kata Kunci:  Ketidakefektifan, Pursed Lips Breathing, Asma Bronkial ABSTRACT World Health Organization (WHO) Asthma is a health problem that is often found in the community and has a high morbidity and mortality rate. Asthma attacks not only children but all age groups. It is currently estimated that as many as 235 million people suffer from asthma in the world. Based on Riskesdas data in 2018, the prevalence of asthma sufferers in Indonesia reached 2.4%. The highest prevalence of asthma is in the province of Yogyakarta 4.5%, East Kalimantan province is the second-highest province at 4.1%, and Bali is the third-highest province 4.0%, followed by Central Kalimantan and North Kalimantan, the lowest prevalence is North Sumatra province (1.0%). One of the "how to control the symptoms in patients with asthma as well as reducing the severity of asthma symptoms is to give breathing exercises. One of the breathing exercises that can be used for children with asthma is Pursed Lip Breathing  (PLB). “Pursed Lips Breathing is a breathing exercise with the aim of facilitating the process of expelling the trapped air in the lungs, by helping to suppress the expiration process. The case study design was conducted on two subjects in Bumimas village, East Lampung. Data analysis was carried out using descriptive analysis and nursing care. The results of the case study showed that after the application of pursed lips breathing there was an increase in oxygenation status in both subjects. Subjects can understand and provide therapy when children experience a recurrence of bronchial asthma at home. Keywords: Ineffectiveness, Pursed Lips Breathing, Bronchial Asthma
Hasil Pemeriksaan Psikologi sebagai Prediktor Performa Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2013 pada Tahun Pertama Djunizar Djamaludin; Linawati Novikasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.272 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i3.261

Abstract

Nyeri yang diakibatkan oleh kontraksi uterus memerlukan berbagai penanganan untuk meminimalkan rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu sehingga kenyamanan ibu dapat kembali. Teknik relaksasi bernafas merupakan teknik pereda nyeri. BPS Hj. Riza Faulina Sofyan, S.ST Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung merupakan salah satu BPS yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah dan pada bulan April 2016 dididapatkan data pada tahun 2015 jumlah persalinan sebanyak 492 persalinan. Tujuan dari penelitian ini diketahui pengaruh pemberian teknik nafas dalam terhadap nyeri persalinan Kala I di BPS Hj. Riza Faulina Sofyan, S.ST Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung Tahun 2016. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik pendekatan quasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu inpartu kala I di BPS Hj. Riza Faulina Sofyan, S.ST Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung pada saat penelitian. Sampel 15 orang. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Analisa data yang digunakan uji t-dependen. Hasil penelitian menunjukkanrata-rata tingkat nyeri persalinan kala I sebelum diberi Teknik Nafas Dalam adalah 6, dengan SD 0,915. Rata-rata tingkat nyeri persalinan kala I sesudah diberi Teknik Nafas Dalam adalah 4, dengan SD 1,146 Ada Pengaruh pemberian teknik nafas dalam terhadap nyeri persalinan Kala I di BPS Hj. Riza Faulina Sofyan, S.ST Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung Tahun 2016 (p value 0,000). Saran agar membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai program penatalaksanaan nyeri kontraksi uterus berupa teknik nafas dalamkhususnya di Ruang Bersalin disaat melakukan observasi pada ibu intrapartum agar dapat mengurangi nyeri persalinan.
Efektivitas pemberian temulawak dan madu terhadap peningkatan berat badan anak dengan status gizi kurang Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1666

Abstract

Additional curcuma xanthorrhiza and honey supplement to poor nutritional status in childrenBackground: Based on data from the Central Lampung Health Office in 2018, 2226 of children (24.7%) finding malnourished. The results of the survey in 2019 of 15 children aged 4-5 years known (30%) their weight were ungrown per three months. The communities rarely used plants and natural resources around them to improve nutrition for their children.Purpose: To know effect of Additional curcuma xanthorrhiza and honey supplement to poor nutritional status in children.Method: Quantitative research with Quasy Experimental case-control and using T-Test Paired. The population is children aged 1-3 years with poor nutritional status at Raja Basa Indah Public health center. Sampling technique with a ratio of 1: 1, of 40 participants divided into two groups such as intervention group and control group. The research instrument used an observation sheet. Research has taken 15 days, the ending by evaluation (participants measured with bodyweight scale).Results: There was an increase in body weight in both groups, with a p-value of 0.003 (control group) and a p-value of 0.000 (intervention group).Conclusion: In the intervention group, the average weight gain was 0.66 Kg, while the control group had an average weight gain of 0.18 Kg. T-test with p-value 0.000, the results show that the correlation of the treatment group is stronger than the control groupKeywords:  Curcuma xanthorrhiza; Honey; Supplement; Poor nutritional status; Children                  Pendahuluan: Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung Tengah tahun 2018, sebanyak 2226 anak (24,7%) ditemukan gizi buruk. Hasil survei tahun 2019 terhadap 15 anak usia 4-5 tahun diketahui (30%) berat badannya tidak tumbuh per tiga bulan. Masyarakat jarang memanfaatkan tumbuhan dan sumber daya alam di sekitar mereka untuk meningkatkan gizi anak-anak mereka.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian temulawak dan madu terhadap peningkatan berat badan anak dengan status gizi kurang di Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung.Metode: Penelitian kuantitatif dengan Quasy Experimental case-control dan menggunakan T-Test Paired. Populasinya anak usia 1-3 tahun dengan status gizi buruk di Puskesmas Raja Basa Indah. Teknik pengambilan sampel dengan perbandingan 1:1, dari 40 partisipan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Penelitian selama 15 hari dan diakhiri dengan evaluasi (partisipan diukur dengan timbangan badan).Hasil: Pemberian Temulawak dan madu efekif dalam meningkatan berat badan pada anak dengan status gizi kurang pada kelompok kasus dan kontrol, dengan p-value 0,000.Simpulan: Pada kelompok intervensi, kenaikan rerata berat badan yaitu 0,660, sedangkan pada kelompok kontrol pre-test  dan  posttest beberapa responden mengalami kenaikan berat badan dengan rerata 0,180.hasil uji t-tes dengan nilai p-value 0,000  hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan korelasinya lebih kuat dibandingkan kelompok kontrol. 
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK PRASEKOLAH DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN TRIMURJO LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012 Linawati Novikasari; Edita Revine Siahaan; Maryustiana Maryustiana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.703 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1035

Abstract

ABSTRACT: NURSING MANAGEMENT OF FEVER IN CHILDRENBackground: Compresses is a method to reduce body temperature when have a fever. Tepid sponging is an intervention to wipe the whole body with warm water using a washcloth.Purpose: In the study it was found to be effective in decreasing body temperature between warm compresses and water tepid sponges on  children with fever in pediatric ward,  DKT TK IV 02.07.04 Hospital Bandar Lampung in 2017.Methods: Types of quantitative research with Quasi Experiment approach with samples as many as 80 clients. Accidental sampling techniques. Retrieving data using observation sheets, data analysis techniques using statistical independent t tests.Results: The average temperature value was known before warm compresses 38.7oC, after warm compresses 37.7oC, the average temperature value before water tepid sponge 38.6oC, after water tepid sponge 37.4oC, There is an influence between before and after warm compresses with different mean is 0.89oC. The results of statistical tests obtained p-value 0,000 <0.05. There are influences before and after the water tepid sponge with different mean is 1.2oC. The results of the statistical test obtained p-value 0,000 <0.05.Suggestion: To health workers, the need for socialization of parents regarding the handling of fever children using warm compresses in the hospital or at home.Keywords: Body temperature, warm compresses, water tepid spongePendahuluan: Kompres adalah salah satu metode fisik untuk menurunkan suhu tubuh bila mengalami demam. Tepid sponging merupakan tindakan untuk mengelap sekujur tubuh dengan air hangat menggunakan waslap. Tujuan :  Pada penelitian diketahui efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada Klien anak dengan demam  di ruang anak rumah sakit DKT TK IV 02.07.04 Bandar Lampung Tahun 2017.Metode : Jenis Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi Experiment dengan sampel sebanyak 80 klien. Pengambilan sampel dengan teknik accidental Sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, Teknik analisis data menggunakan uji statistik uji t independent.Hasil penelitian: Diketahui rata-rata nilai suhu sebelum kompres hangat 38,7oC, setelah kompres hangat 37,7oC, rata-rata nilai suhu sebelum water Tepid sponge  38,6oC, setelah water Tepid sponge 37,4oC, Ada pengaruh antara sebelum dan sesudah  kompres hangat dengan beda mean adalah 0,89oC. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05. Ada pengaruh sebelum dan sesudah water Tepid sponge dengan beda mean adalah 1,2oC. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05.Saran: Kepada tenaga kesehatan perlunya diadakan sosialisasi pada para orang tua tentang penanganan anak demam menggunakan kompres hangat baik di lingkup rumah sakit maupun di lingkup komunitas.
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA PULAU PAHAWANG KEC. PUNDUH PEDADA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3520.469 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v6i1.184

Abstract

Asi mempunyai nilai gizi yang tinggi untuk bayi. pengetahuan berperan penting dalam mendukung teknik pemberian asi pada bayi, di wilayah puskesmas yosodadi metro timur.Desain penelian yang digunakan menggunakan deksriptif korelsi.Saran pada penelitian ini di harapkan dapat di gunakan sesuai referensi dalam dunia pendidikan khhususnya ilmu keperawatan.