Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi virus yang di tularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aedypti yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka morbiditas dan mortalitas cukup tinggi pada tahun 2022 sebanyak 143.184 penderita DBD dab mengalami penurunan pada tahun 2023 sebanyak 114,720 penderita. Penentuan derajat keparahan DBD sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi berat seperti syok dengue pemeriksaan laboratorium berupa, Trombosit, Hematokrit, dan Hemoglobin sering digunakan sebagai indicator klinis dalam menilai derajat keparahan demam berdarah dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit, hematokrit, dan hemoglobin dengan derajat keparahan DBD di RSIA Mutiara Hati Pringsewu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitin menggunakan pendekatan cross sectional retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 93 pasien DBD yang diperoleh dari data rekam medis priode januari – juni 2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0.05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara trombosit dengan derajat keparahan DBD (p-value =0,001: OR = 7,179) dan memiliki hubungan yang signifikan antara hematokrit dengan derajat keparahan DBD ( p-value =0,001: OR = 6,900) sedangkan hemoglobin tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan derajat keparahan DBD ( p-value = 0,122). Sebagian besar pasien dari penelitian ini berada pada derajat keparahan I dan II dengan nilai trombosit, hematokrit, dan hemoglobin dalam kategori normal.
Copyrights © 2026