Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui posyandu siklus hidup bertujuan memperluas jangkauan layanan dasar, namun tingkat kunjungan kelompok remaja dan lanjut usia (lansia) terpantau masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dinamika serta akar penyebab rendahnya partisipasi aktif kelompok remaja dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Buaran menggunakan perspektif Teori Tangga Partisipasi Arnstein. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-komparatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap informan remaja, lansia, kader, serta petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakselarasan (mismatch) antara manajemen operasional posyandu dengan karakteristik kebutuhan khas kedua kelompok sasaran. Rendahnya keterlibatan remaja didominasi oleh hambatan struktural berupa benturan jadwal sekolah, ketiadaan dukungan kelompok sebaya, dan minimnya jaminan kerahasiaan privat dalam ruang pelayanan harian. Di sisi lain, suboptimalnya kunjungan lansia sangat dipengaruhi oleh kemunduran kapasitas fisik biologis yang diperparah oleh hambatan jarak geografis ke lokasi pelayanan, buruknya saluran komunikasi publik, serta keterbatasan logistik obat-obatan dan stik tes laboratorium lengkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program transformasi kesehatan primer ini sangat bergantung pada rekonstruksi tata kelola pelayanan publik yang inklusif melalui desentralisasi pos pelayanan bagi lansia serta penyediaan ruang privat dan optimalisasi promosi digital bagi kelompok remaja.
Copyrights © 2026