Infeksi kulit oleh Staphylococcus aureus memerlukan alternatif bahan antibakteri yang efektif dan dapat diformulasikan untuk penggunaan topikal. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia) menjadi gel, mengevaluasi mutu fisiknya, dan menguji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Serbuk simplisia sebanyak 500 g dimaserasi menggunakan etanol pro analysis dan menghasilkan 35 g ekstrak kental dengan rendemen 7%. Gel dibuat dalam empat formula, yaitu F0 tanpa ekstrak, F1 1%, F2 1,5%, dan F3 2%. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, stabilitas enam siklus selama 12 hari, iritasi, dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid. Seluruh formula homogen, mempunyai pH 4,80–6,06, daya sebar 5,5–6,8 cm, daya lekat 11,15–21,72 detik, dan viskositas 19.720–19.980 mPa·s. Tidak ditemukan perubahan organoleptik bermakna setelah cycling test dan tidak tampak iritasi pada 12 sukarelawan. Diameter zona hambat F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 15,80 ± 0,56; 16,63 ± 0,51; dan 17,83 ± 0,68 mm, sedangkan F0 tidak menghasilkan zona hambat. Formula F3 menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar dan memenuhi parameter mutu fisik yang dievaluasi.
Copyrights © 2026