Nepenthes merupakan tumbuhan karnivora dengan keanekaragaman tinggi di Kalimantan dan berpotensi besar untuk diteliti. Tumbuhan ini mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antidiabetes, antikanker, serta bahan pengembangan bioteknologi dan farmasi. Tujuan penelitian ini menganalisis kandungan fitokimia pada beberapa spesies Kantong Semar (Nepenthes) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mungku Baru, Kalimantan Tengah. Spesies yang diidentifikasi meliputi Nepenthes gracilis, N. ampullaria, N. rafflesiana, dan N. rafflesiana Jack. Sampel dikeringkan dengan metode oven dan kering angin, kemudian diekstraksi menggunakan etanol 70%. Uji fitokimia kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk mendeteksi flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid. Hasil menunjukkan bahwa keempat spesies Nepenthes ini mengandung beragam metabolit sekunder. Alkaloid dan tanin terdeteksi secara konsisten di sebagian besar sampel. Flavonoid juga teridentifikasi, dengan metode kering angin menunjukkan deteksi yang sedikit lebih baik. Sementara itu, kehadiran saponin sangat dipengaruhi oleh metode pengeringan; semua sampel kering angin positif, sedangkan sampel oven cenderung tidak terdeteksi, mengindikasikan degradasi pada suhu tinggi. Steroid paling jarang terdeteksi. Kandungan fitokimia ini menegaskan potensi Nepenthes sebagai sumber senyawa bioaktif yang bermanfaat, mendukung perannya sebagai tanaman obat dan konservasi keanekaragaman hayati di KHDTK Mungku Baru.
Copyrights © 2026