Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak pada genangan air di lingkungan rumah tangga. Upaya pengendalian vektor selama ini masih bergantung pada larvasida kimia yang berpotensi menimbulkan resistensi serta dampak lingkungan. Daun sirih (Piper betle L.) diketahui memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai biolarvasida alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Bulurejo dalam pemanfaatan daun sirih sebagai biolarvasida alami untuk pencegahan DBD. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan pembuatan larutan daun sirih, praktik aplikasi, dan evaluasi pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengendalian vektor DBD secara mandiri. Pendekatan pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan DBD yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026