Ketepatan pengkodean diagnosis merupakan aspek penting dalam sistem informasi kesehatan, khususnya dalam penerapan klaim pembiayaan berbasis INA-CBG’s. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis penyakit kardiovaskular berdasarkan pedoman ICD-10-CM serta menggali faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUD Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan telaah dokumen rekam medis. Informan penelitian meliputi petugas koding, dokter penanggung jawab pasien (DPJP), dan kepala instalasi rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan kode diagnosis disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: penulisan diagnosis yang tidak spesifik atau kurang jelas oleh DPJP, keterbatasan komunikasi antara koder dan dokter, serta kurangnya pelatihan teknis berkala bagi petugas koding. Disimpulkan bahwa ketepatan kode diagnosis kardiovaskular sangat bergantung pada kolaborasi lintas profesi serta kualitas dokumentasi medis. Diperlukan pelatihan rutin, peningkatan pemahaman terhadap ICD-10-CM, dan perbaikan komunikasi antarprofesional sebagai upaya peningkatan mutu rekam medis dan akurasi pengkodean di rumah sakit.
Copyrights © 2026