p-Index From 2021 - 2026
1.048
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MOTORIK
Riska Ahmad
Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Stikes Bakti Nusantara Gorontalo

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) RAWAT JALAN DI RSUD TOTO KABILA BONE BOLANGO Fassyalina Khayla Badu; Moh Ichsan Arifin Antu; Riska Ahmad
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 20 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v20i2.1743

Abstract

The implementation of electronic medical records (EMR) as a computerized health information system has become a strategic focus in modernizing hospitals in Indonesia. RSUD Toto Kabila Bone Bolango has adopted this system for outpatient services since early 2025. However, the implementation process still faces several challenges, including limited network infrastructure, uneven staff training, high dependence on IT teams, data input errors, and suboptimal system utilization by medical personnel. This study aims to explore the implementation of EMR at RSUD Toto Kabila and analyze its impact on service efficiency and healthcare worker readiness. The research used a qualitative approach with phenomenological methods and triangulation techniques, including interviews, observation, and documentation. Conducted from April to June 2025, the study involved seven informants: the head of the medical record unit, IT staff, and outpatient medical personnel. The findings show that EMR implementation has had a positive impact on service efficiency, workflow acceleration, and reduced reliance on paper-based records. Nevertheless, structural issues such as unstable connectivity and competency gaps among professions hinder optimal system use. Strategic improvements in cross-professional training and digital culture reinforcement are needed to ensure the sustainability of electronic health information systems in healthcare facilities.
IMPLEMENTASI SISTEM RUJUKAN TERINTEGRASI (SISRUTE) INSTALASI GAWAT DARURAT DI RSUD TOTO KABILA Trilaila Kadir; Riska Ahmad; Moh Ichsan Arifin Antu
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 20 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v20i2.1744

Abstract

The Integrated Referral System (SISRUTE) is a technological innovation in health services designed to accelerate, simplify, and clarify the patient referral process between healthcare facilities electronically. This system plays a crucial role, especially in emergency services that demand rapid and accurate coordination. However, its implementation at RSUD Toto Kabila remains suboptimal. Key issues include the absence of written Standard Operating Procedures (SOP), limited technical training for health personnel, and unstable internet connectivity. This study aims to describe the implementation of SISRUTE at the Emergency Department of RSUD Toto Kabila Bone Bolango and identify obstacles encountered during the process. This is a qualitative study using a phenomenological approach and source triangulation technique. The research was conducted from May to June 2025 involving five informants from medical and administrative personnel. The findings reveal that SISRUTE implementation is still partial and heavily reliant on admission staff, with minimal involvement from doctors and nurses. The application tends to be slow in emergency situations, and the referral flow is not yet standardized. The study concludes that managerial improvements, cross-professional training, and reinforcement of a technology-oriented work culture are essential to ensure effective and sustainable implementation of SISRUTE.
KETEPATAN KODE DIAGNOSIS SKIZOFRENIA BERDASARKAN ICD-10 PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSUD TOMBULILATO KABUPATEN BONE BOLANGO Regina Febrianti Apit; Riska Ahmad; Moh Ichsan Arifin Antu
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1797

Abstract

Ketepatan kode diagnosis merupakan indikator penting dalam kualitas dokumentasi rekam medis serta akurasi sistem pelaporan dan klaim pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan kode diagnosis skizofrenia berdasarkan standar ICD-10 pada pasien gangguan jiwa di RSUD Tombulilato Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam terhadap tiga informan utama: Kepala Rekam Medis, Dokter Spesialis Jiwa, dan Petugas Koding Rekam Medis, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan diagnosis skizofrenia telah dilakukan sesuai standar PPDGJ dan DSM-5 oleh dokter spesialis jiwa. Namun, penentuan kode diagnosis oleh dokter melalui sistem SIMRS masih ditemukan ketidaktepatan, terutama dalam pemilihan subkategori kode. Petugas koding rekam medis berperan aktif dalam mengoreksi dan memastikan kesesuaian kode diagnosis dengan ketentuan ICD-10. Proses validasi dua arah antara dokter dan koder direkomendasikan untuk mengurangi kesalahan pengkodean. Temuan ini menekankan perlunya pelatihan berkala, forum komunikasi antarsejawat, serta audit rutin terhadap dokumen rekam medis guna meningkatkan akurasi pengkodean, efisiensi sistem informasi rumah sakit, dan efektivitas pembiayaan layanan kesehatan jiwa.
HUBUNGAN KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR REKAM MEDIS RAWAT INAP DENGAN MUTU DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA GORONTALO Femiliyanty Paneo; Moh Ichsan Arifin Antu; Riska Ahmad
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1799

Abstract

Kelengkapan pengisian formulir rekam medis merupakan indikator penting dalam menentukan mutu dokumen rekam medis, karena berdampak langsung pada kesinambungan pelayanan pasien, klaim asuransi, dan akreditasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap dengan mutu dokumen rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Sampel ditentukan menggunakan rumus slovin sebanyak 341 formulir rekam medis rawat inap. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi formulir rekam medis rawat inap dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar formulir rekam medis rawat inap yang lengkap memiliki mutu yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap dengan mutu dokumen rekam medis (nilai p=0,000 dan koefisien korelasi 0,638). Kesimpulannya adalah bahwa kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap memiliki hubungan yang kuat terhadap mutu dokumen rekam medis. Semakin lengkap pengisian maka semakin baik mutu rekam medis. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengisian formulir, melakukan sosialisasi atau pelatihan bagi tenaga medis, serta memastikan kepatuhan terhadap standar pengisian rekam medis demi menjaga mutu dan legalitas isi rekam medis.
ANALISIS PELAKSANAAN TRANSFER DATA INFORMASI MEDIS PADA PROSES RUJUKAN PASIEN DI PUSKESMAS TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2025 Febiyola H Maseke; Rismunandar Katili; Riska Ahmad; Christian Julius Ottay; Merlin Abd Rahman
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1801

Abstract

Transfer informasi medis memiliki peran krusial dalam menjamin kesinambungan dan kualitas layanan dalam sistem rujukan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan transfer data informasi medis selama proses rujukan di Puskesmas Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap delapan informan, meliputi informan kunci, utama, dan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transfer data dilakukan melalui sistem elektronik (e-Puskesmas, P-Care) dan dokumen manual. Namun, ditemukan sejumlah tantangan, seperti kelengkapan dokumen rujukan yang tidak memadai, keterlambatan input data akibat kendala teknis, keterbatasan sumber daya manusia, dan infrastruktur teknologi informasi yang belum optimal. Selain itu, ketidaksesuaian antara regulasi rujukan nasional dengan indikasi medis nyata di fasilitas primer menimbulkan dilema etis dan prosedural. Sistem rujukan terkadang menolak rujukan yang secara medis dibenarkan karena kendala kebijakan, sehingga berdampak pada keselamatan pasien dan kesinambungan layanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur digital, pelatihan rutin bagi tenaga kesehatan, serta penerapan kebijakan rujukan yang lebih fleksibel dan kontekstual. Optimalisasi aliran dan kelengkapan informasi medis dalam rujukan menjadi kunci dalam mendukung pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi, efisien, dan berpusat pada pasien.
KETEPATAN KODE DIAGNOSIS CARDIOVASKULAR BERDASARKAN ICD-10 CM DI RSUD HASRI AINUN HABIBIE PROVINSI GORONTALO Nurliyanawati Sango; Moh Ichsan Arifin Antu; Riska Ahmad
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v21i1.1808

Abstract

Ketepatan pengkodean diagnosis merupakan aspek penting dalam sistem informasi kesehatan, khususnya dalam penerapan klaim pembiayaan berbasis INA-CBG’s. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis penyakit kardiovaskular berdasarkan pedoman ICD-10-CM serta menggali faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUD Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan telaah dokumen rekam medis. Informan penelitian meliputi petugas koding, dokter penanggung jawab pasien (DPJP), dan kepala instalasi rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan kode diagnosis disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: penulisan diagnosis yang tidak spesifik atau kurang jelas oleh DPJP, keterbatasan komunikasi antara koder dan dokter, serta kurangnya pelatihan teknis berkala bagi petugas koding. Disimpulkan bahwa ketepatan kode diagnosis kardiovaskular sangat bergantung pada kolaborasi lintas profesi serta kualitas dokumentasi medis. Diperlukan pelatihan rutin, peningkatan pemahaman terhadap ICD-10-CM, dan perbaikan komunikasi antarprofesional sebagai upaya peningkatan mutu rekam medis dan akurasi pengkodean di rumah sakit.