Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, menghadapi krisis multidimensi pasca dilanda bencana banjir bandang (galodo) yang terjadi secara beruntun pada akhir November 2025 hingga awal tahun 2026. Kerusakan fisik pada area persawahan dan permukiman warga turut memicu dampak psikologis yang signifikan, seperti trauma, stres akut, dan disrupsi interaksi sosial di tengah masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas sinergitas antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) tahun 2026 dengan Ikatan Pemuda Duo koto (IPD) dalam menginisiasi Turnamen Voli Selingkup Duo Koto sebagai media trauma healing berbasis komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang terintegrasi dengan metode Participatory Action Research (PAR), meliputi tahapan observasi, koordinasi lintas lembaga, pelaksanaan turnamen, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa turnamen voli tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi dan olahraga, tetapi juga berhasil menjadi ruang katarsis emosional yang efektif. Partisipasi aktif masyarakat dari berbagai kalangan usia terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan, memulihkan solidaritas sosial, dan membangun kembali resiliensi warga pascabencana. Kesimpulannya, sinergi program pengabdian masyarakat melalui pendekatan olahraga rekreasi kompetitif sangat direkomendasikan sebagai langkah akselerasi pemulihan psikososial yang inklusif dan berkelanjutan di daerah rawan bencana.
Copyrights © 2026