Pendahuluan: Program VCT berjalan belum optimal. Kujungan VCT hanya 69% (351.378) orang dengan HIV (ODHIV) yang mengetahui statusnya dan 43% yang melakukan pengobatan ARV. Angka kejadian kasus baru HIV pada tahun 2023 sebanyak 17.121 kasus dan 2024 sebanyak 35.415 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatakan layanan VCT pada Wanita Kelompok Berisiko HIV/AIDS. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian crossectional.. Penelitian dilakukan di Provinsi Sumatera Barat. Populasi penelitian ini adalah kelompok berisiko HIV yang tercatat/terjaring di Yayasan Akbar tahun 2025 berjumlah 625 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus lameshow sehingga diperoleh jumlah sampel . Teknik pengambilan sampel yaitu accidental random sampling. Hasil: Sebagian besar responden tidak memanfaatkan layanan (57,9%), 41,4% menilai kualitas layanan masih rendah, responden yang memiliki pengetahuan rendah (42,8%) dan memiliki sikap negatif sebanyak 39,3%, pada aspek dukungan sosial sebesar 42,8% responden lainnya tidak mendapatkan dukungan sosial, responden masih mengalami stigma dan diskriminasi (57,9%), sedangkan responden yang tidak mengalaminya sebanyak 42,1% dan akses layanan sebagian besar (69,0%) menyatakan tidak baik layanan. Terdapat hubungan akses (p=0,018), kualitas layanan (p=0,006), pengetahuan (p=0,004), sikap (p=0,017), dukungan sosial (p=0,004), serta stigma dan diskriminasi (p=0,018) terhadap pemanfaatan layanan HIV/AIDS. Kesimpulan: Terdapat hubungan akses, kualitas layanan, pengetahuan, sikap, dukungan sosial, serta stigma dan diskriminasi terhadap pemanfaatan layanan HIV/AIDS.
Copyrights © 2026