Pembentukan karakter generasi muda merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Budaya lokal memiliki peran strategis sebagai sumber nilai yang mampu membentuk perilaku, moralitas, dan tanggung jawab sosial generasi muda. Namun, perubahan sosial yang semakin cepat menyebabkan proses pewarisan nilai budaya kepada generasi muda menghadapi berbagai tantangan. Salah satu nilai budaya yang masih hidup dalam masyarakat Toraja adalah budaya Longko’, yang mengandung nilai kehormatan, rasa malu, tanggung jawab, solidaritas, dan penghormatan terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pewarisan nilai budaya Longko’ serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter generasi muda di Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 11 informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri atas generasi muda, tokoh adat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarisan nilai budaya Longko’ berlangsung melalui tiga mekanisme utama, yaitu sosialisasi primer oleh keluarga melalui keteladanan dan teguran, penguatan normatif oleh tokoh adat dan tokoh agama melalui legitimasi ritual, serta pembentukan habitus oleh masyarakat melalui aksi kolektif dan kontrol sosial. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda berupa moralitas dan integritas, memelihara harmoni dan toleransi, serta memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya Longko’ tetap relevan sebagai modal sosial dan budaya dalam pembentukan karakter generasi muda di tengah perubahan sosial masyarakat.
Copyrights © 2026