Multiliterasi merepresentasikan suatu kerangka pedagogis yang mensintesis keterampilan reseptif dan produktif menyimak, berbicara, membaca, serta menulis untuk memfasilitasi proses analisis, kritik, dan evaluasi informasi lintas sumber dan disiplin, sekaligus memastikan akurasi dalam transmisi pengetahuan. Lemahnya kapasitas berpikir kritis peserta didik tidak berdiri sebagai fenomena terpisah, melainkan sebagai indikator keterbatasan pendekatan pembelajaran konvensional, sehingga menuntut rekonstruksi strategi instruksional yang lebih adaptif. Dalam konteks ini, berpikir kritis dapat dipahami sebagai manifestasi langsung dari keberhasilan implementasi multiliterasi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menyintesis temuan empiris terkait peningkatan daya pikir kritis siswa melalui pendekatan multiliterasi dengan menggunakan metode Systematic Literature Review. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan penelaahan sistematis terhadap sepuluh artikel relevan yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir dan terindeks di Google Scholar. Sintesis hasil kajian menunjukkan korelasi positif yang konsisten antara penerapan multiliterasi dan penguatan kemampuan berpikir kritis, dengan signifikansi yang diperkuat oleh integrasi media pembelajaran interaktif sebagai faktor pendukung utama.
Copyrights © 2025