Daerah pesisir sebagai daerah yang cukup besar ditinggali penduduk Indonesia, juga sangat rentan terhadap perubahan iklim yang kompleksitas dampaknya berlangsung dalam waktu lama sehingga menyebabkan perubahan struktur ekologis wilayah, yang berskala luas diantaranya yaitu peningkatan suhu air, meningkatnya paras laut dan pengasaman laut. Desa Tanjung Rejo yang berada di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, adalah salah satu desa yang letaknya berada di wilayah pesisir pantai timur Sumatera. Persoalan kondisi sumber daya terkait Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Tanjung Rejo mencakup berbagai tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat tentang mitigasi perubahan iklim, rendahnya partisipasi dalam upaya adaptasi lingkungan, dan keterbatasan sumber daya untuk mendukung kegiatan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif melalui forum group discussion, sosialisasi, pelatihan pengelolaan limbah organik menjadi eco-enzyme, penanaman mangrove, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan mampu meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Sosialisasi memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat, sedangkan penanaman mangrove dan pelatihan pengelolaan limbah organik menjadi bentuk nyata upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui ProKlim di Desa Tanjung Rejo dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan lingkungan pesisir yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026