PT. MAIS Kudus menghadapi kendala birokrasi komunikasi horizontal via WhatsApp yang memicu risiko kesalahan kalkulasi nota tagihan dan pemesanan ganda kuota kamar hotel umrah. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Praktik Kerja Lapangan ini bertujuan mentransformasikan sistem reservasi konvensional menjadi platform digital B2B satu pintu yang transparan. Metode yang diterapkan meliputi analisis kebutuhan sistem, pembuatan perangkat lunak, serta pelatihan kompetensi terstruktur bagi manajer operasional, staf keuangan, dan perwakilan biro mitra. Evaluasi dilakukan secara objektif melalui matriks komparasi sebelum dan sesudah implementasi sistem. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hardskill operasional mitra secara signifikan, ditandai dengan pemangkasan durasi pengecekan kuota kamar secara mandiri sebesar 99% dari 15-45 menit menjadi di bawah 5 detik. Lebih lanjut, sistem ini berhasil memotong potensi kesalahan administrasi dengan menurunkan risiko pemesanan ganda hingga mencapai tingkat keandalan 0% serta otomatisasi 100% penerbitan nota finansial yang akurat.
Copyrights © 2026