Program ini bertujuan untuk menanamkan prinsip integritas dan akuntabilitas publik melalui simulasi kantin kejujuran bagi anak-anak sekolah dasar di daerah pedesaan Kabupaten Kupang. Motivasi penelitian ini berawal dari rendahnya tingkat perilaku jujur yang diamati pada siswa, seperti tidak mengembalikan uang sisa belanja dan mengambil barang tanpa izin. Meskipun inisiatif kantin kejujuran telah banyak diadopsi di berbagai sekolah, penerapannya di daerah pedesaan Indonesia Timur masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengabdian masyarakat yang melibatkan partisipasi dan pembelajaran pengalaman, yang dilakukan selama dua hari dengan 10 siswa kelas empat dari SD Inpres Buraen 2 di Kecamatan Amarasi Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, sosialisasi, latihan simulasi, dan evaluasi pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa. Temuan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang nilai-nilai integritas dan akuntabilitas publik sebesar 87,5%, bersamaan dengan peningkatan perilaku jujur hingga 99% sebagaimana tercermin dalam hasil transaksi simulasi kantin kejujuran. Selain itu, siswa mulai menunjukkan tanggung jawab dan keberanian untuk mengakui kesalahan selama proses transaksi mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa simulasi kantin kejujuran berfungsi sebagai alat pendidikan karakter yang efektif berdasarkan pengalaman langsung, menumbuhkan nilai-nilai integritas dan akuntabilitas publik sejak dini pada siswa sekolah dasar, khususnya mereka yang berada di daerah pedesaan.
Copyrights © 2026