Pendidikan kejuruan kontemporer dituntut untuk tidak hanya membekali peserta didik dengan keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi adaptif yang relevan dengan tuntutan era Industri 5.0. Salah satu gagasan klasik yang berpotensi menjadi landasan filosofis pengembangan pendidikan kejuruan adalah konsep malakah yang dikemukakan Ibnu Khaldun dalam Al-Muqaddimah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep malakah dalam perspektif Ibnu Khaldun serta mengkaji implikasinya terhadap pendidikan kejuruan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang datanya dihimpun dari sumber primer berupa Al-Muqaddimah dan sumber sekunder berupa artikel jurnal, buku, serta hasil penelitian terkini, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa malakah, sebagai kemampuan yang terbentuk melalui pembelajaran bertahap, pengulangan, pengalaman langsung, dan pembiasaan yang integratif, memiliki relevansi kuat dengan paradigma pendidikan berbasis kompetensi, teaching factory, praktik kerja lapangan, pengembangan soft skills, dan deep learning dalam pendidikan kejuruan. Penelitian ini juga menawarkan rekonstruksi model pendidikan kejuruan berbasis malakah yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, pembiasaan, dan karakter profesional. Dapat disimpulkan bahwa konsep malakah memiliki potensi besar sebagai landasan filosofis dan pedagogis dalam pengembangan pendidikan kejuruan kontemporer yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan etika profesi.
Copyrights © 2026