Pemberdayaan perempuan melalui komunikasi partisipatif merupakan pendekatan vital dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan, namun masih menghadapi tantangan dalam implementasinya di tingkat komunitas. Program "Let's Talk Girls" oleh komunitas Woman Choice di Kota Makassar hadir sebagai solusi melalui penerapan pola komunikasi partisipatif yang melibatkan partisipasi aktif perempuan muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi partisipatif yang diterapkan komunitas Woman Choice dalam program "Let's Talk Girls" serta mengidentifikasi implementasi komunikasi partisipatif dalam pemberdayaan perempuan di Kota Makassar. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari pengurus komunitas Woman Choice, peserta program, dan narasumber terkait. Hasil penelitian mengungkap bahwa komunitas menerapkan pola komunikasi horizontal, dialogis, dan empatik yang disesuaikan dengan karakteristik perempuan muda. Komunikasi dilakukan secara dua arah dengan menekankan keterlibatan aktif peserta dalam diskusi, pembagian pengalaman personal, dan pengambilan keputusan terkait tema yang dibahas. Program menciptakan ruang aman bagi peserta untuk menyampaikan pendapat dan memanfaatkan media sosial sebagai platform interaksi berkelanjutan antara komunitas dan peserta. Efektivitas komunikasi partisipatif terbukti dari meningkatnya kepercayaan diri peserta, terbentuknya jaringan solidaritas perempuan, dan terciptanya ruang diskusi yang inklusif. Temuan ini menunjukkan bahwa pola komunikasi partisipatif yang efektif dan program pemberdayaan tepat sasaran menjadi kunci peningkatan partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi teoretis pada kajian komunikasi partisipatif dalam pemberdayaan perempuan.
Copyrights © 2026