Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan transformasi baru dalam akses dan pemahaman terhadap Al-Qur’an melalui aplikasi dan platform digital. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena selain memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam membaca, mendengar, dan memahami Al-Qur’an, juga memunculkan berbagai problematika, khususnya terkait keotentikan teks dan penerjemahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika Al-Qur’an digital dan penerjemahannya serta mengidentifikasi dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Kajian mengenai otoritas, validitas sumber, kesalahan tanda baca, dan kekeliruan penerjemahan masih belum dibahas secara komprehensif, sehingga penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah berbagai pandangan mengenai digitalisasi Al-Qur’an dan penerjemahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an digital memberikan kemudahan akses dan mendukung pembelajaran Islam secara luas, namun juga memiliki problematika berupa kurangnya pengawasan terhadap aplikasi digital, potensi kesalahan teks dan syakal, serta penerjemahan yang dapat memengaruhi pemahaman umat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan lembaga resmi dan peningkatan validasi digital guna menjaga keotentikan Al-Qur’an.
Copyrights © 2026