Tari Ngremo merupakan salah satu tari tradisional Jawa Timur yang dikenal melalui karakter maskulin, gerak gagah, dan rias panggung yang kuat secara simbolik. Perkembangan seni pertunjukan modern mendorong munculnya perubahan pada pelaku, busana, aksesoris, serta tata rias, sehingga perlu dilakukan kajian mendalam untuk memastikan bahwa karakter dan nilai budaya tari tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pergeseran pelaku dari laki-laki ke perempuan terhadap penyampaian karakter maskulin dan nilai kepahlawanan, mengidentifikasi bentuk modernisasi pada busana, aksesoris, dan tata rias, serta menjelaskan makna simbolik dari elemen-elemen rias panggung Tari Ngremo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di Anjungan Jawa Timur TMII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penari perempuan tetap mampu menampilkan karakter maskulin dan nilai kepahlawanan melalui penguasaan teknik gerak dan penggunaan rias panggung yang menonjolkan ketegasan. Modernisasi tampak pada variasi warna busana, bahan yang lebih ringan, bentuk aksesoris yang lebih praktis, serta teknik rias yang mengikuti estetika kontemporer untuk mempertahankan garis wajah tegas. Makna simbolik elemen rias tetap berfungsi sebagai representasi keberanian, kewaspadaan, dan kekuatan prajurit. Penelitian menyimpulkan bahwa modernisasi berjalan berdampingan dengan pelestarian nilai tradisi.
Copyrights © 2026