Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pemberdayaan yang efektif dalam menumbuhkan bakat dan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai calon pendidik yang memiliki orientasi entrepreneurial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif dan metode studi kasus embedded yang dilaksanakan di FKIP Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL). Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap mahasiswa, dosen, alumni, serta pengelola program kewirausahaan. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam program pemberdayaan kewirausahaan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk memahami pengalaman, persepsi, dan dinamika pelaksanaan program di lingkungan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan kewirausahaan di FKIP IKTL yang mulai diimplementasikan sejak tahun 2019 memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan minat, motivasi, serta keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Melalui integrasi mata kuliah kewirausahaan dengan kegiatan praktik seperti perancangan ide bisnis, simulasi pemasaran, serta pengelolaan usaha sederhana, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai aspek bisnis, tetapi juga mendorong perkembangan sikap percaya diri, kreativitas, dan keberanian dalam mengambil inisiatif. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu mahasiswa, kesulitan dalam pengembangan ide bisnis yang inovatif, serta keterbatasan sumber daya mentor yang memiliki pengalaman praktis dalam kewirausahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas program pemberdayaan kewirausahaan dipengaruhi oleh motivasi individu mahasiswa, dukungan institusional dari fakultas, integrasi praktik kewirausahaan dalam kurikulum, serta evaluasi program secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan dukungan kelembagaan, pengembangan program mentoring, serta kolaborasi dengan praktisi bisnis menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas program di masa mendatang.
Copyrights © 2026