Keterampilan bahasa terpenting bagi perkembangan literasi siswa sekolah dasar adalah kemampuan menulis, namun banyak siswa kelas satu yang masih mengalami kesulitan dalam tugas-tugas seperti membentuk huruf dan membedakan huruf-huruf yang mirip. Untuk meningkatkan kosakata, struktur kalimat, koherensi paragraf, dan kreativitas siswa, penelitian ini akan mengevaluasi keterampilan menulis awal siswa serta mengkaji bagaimana media visual seperti foto, diagram, ilustrasi, dan video digunakan dalam pembelajaran menulis.Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, dengan menerapkan teknik pengambilan sampel purposif atau total pada sebuah kelas tertentu yang teridentifikasi mengalami kesulitan dalam belajar menulis. Tiga tahap pengumpulan data meliputi observasi langsung di kelas, penyebaran kuesioner digital kepada guru kelas, serta penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKPD) berbasis gambar sebagai alat penilaian utama. Analisis data yang dilakukan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis awal siswa sangat bervariasi: seluruh responden (100%) sepakat bahwa sebagian besar siswa sudah mahir menulis, namun setengah dari responden (50%) juga menyebutkan bahwa beberapa siswa masih memerlukan bantuan, sedangkan 50% sisanya mengidentifikasi adanya siswa yang sama sekali tidak mampu menulis. Dengan persentase 100%, dua tantangan utama yang diidentifikasi adalah kesulitan menulis huruf-huruf tertentu dan kesalahan dalam membedakan huruf-huruf dengan bentuk yang mirip, termasuk O dan Q serta M dan N. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu visual yang terencana dan terorganisir membantu siswa kelas 1 sekolah dasar memperkuat keterampilan menulis mereka.
Copyrights © 2026