Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara teknik humor Berger dan pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam anime komedi Gekkan Shoujo Nozaki-kun karya Izumi Tsubaki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode padan pragmatis dan metode agih. Sumber data berupa tuturan dan percakapan yang terdapat dalam episode 1–12 anime Gekkan Shoujo Nozaki-kun. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, simak bebas cakap, teknik catat, dan teknik pilah unsur penentu, kemudian dianalisis menggunakan metode padan dan agih dengan teknik hubung banding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 233 data yang mengandung teknik humor Berger, dengan teknik yang paling dominan adalah misunderstanding sebanyak 49 data, sedangkan puns dan sarcasm tidak ditemukan. Selain itu, ditemukan 133 data yang mengandung pelanggaran prinsip kerja sama Grice, yang terdiri atas pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, pertalian, dan cara, dengan pelanggaran maksim kuantitas sebagai bentuk yang paling dominan. Penelitian ini juga menemukan 80 data yang menunjukkan keterkaitan antara teknik humor dan pelanggaran prinsip kerja sama. Teknik humor misunderstanding merupakan bentuk yang paling sering muncul bersamaan dengan pelanggaran maksim, menunjukkan bahwa ketidaksesuaian makna dan konteks percakapan menjadi salah satu sumber utama pembentukan efek humor dalam anime tersebut.
Copyrights © 2026