Siswa di kelas VI sekolah dasar di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, dipengaruhi oleh gaya belajar, kemandirian belajar, dan interaksi guru-siswa terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Metode kuantitatif digunakan, dan survei korelasional dirancang untuk 40 responden yang dipilih menggunakan metode sampel jenuh. Angket adalah alat penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel seperti gaya belajar, kemandirian belajar, dan interaksi guru-siswa. Sebaliknya, dokumentasi digunakan untuk menghitung nilai IPA sebagai pengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar (r = 0,955), kemandirian belajar (r = 0,569), dan interaksi guru-siswa (r = 0,993) memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar IPA (p < 0,05). Nilai F juga adalah 1132,044, dengan p < 0,05. Ketiga variabel tersebut, dengan koefisien determinasi 0,990, dapat menyumbang 99,0 persen dari variasi hasil belajar, dengan interaksi guru-siswa yang paling signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor-faktor internal dan eksternal siswa memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung hasil belajar IPA yang lebih baik.
Copyrights © 2026