Arang sekam merupakan produk hasil pengolahan sekam padi yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai media tanam, briket, dan penjernih air. Di Desa Gunturu, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, terdapat kelompok UMKM yang memproduksi arang sekam dengan kualitas baik, namun pemasaran masih dilakukan secara konvensional sehingga daya saing produk rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan digital marketing dan branding produk arang sekam guna meningkatkan daya saing UMKM di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan pendekatan edukatif dan praktik langsung, meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, praktik pembuatan konten digital, evaluasi, dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Aula Balai Desa Gunturu dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang pelaku UMKM arang sekam. Materi pelatihan meliputi pengenalan digital marketing, manajemen media sosial (Instagram, Facebook, TikTok), teknik fotografi produk, copywriting, dan strategi branding sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai pemasaran digital, kemampuan membuat konten promosi, dan kesadaran akan pentingnya branding produk. Meskipun demikian, kendala seperti keterbatasan perangkat smartphone, akses internet yang belum merata, dan rendahnya literasi digital masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program.
Copyrights © 2026