Laboratorium merupakan sarana penting dalam pembelajaran sains yang mendukung kegiatan eksperimen ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan laboratorium IPA meliputi aspek struktur organisasi, pelaksanaan praktikum, pengelolaan limbah, serta fasilitas laboratorium dalam perspektif toksikologi lingkungan. Penelitian ini dilakukan di SMP IT AL-Mubarok Kota Serang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru IPA sebagai pengajar sekaligus pengelola laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan laboratorium belum optimal. Meskipun kebersihan ruangan tetap terjaga, penataan peralatan dan pelabelan bahan kimia masih kurang memadai. Organisasi laboratorium belum didukung oleh sistem manajemen yang komprehensif, termasuk dalam pengelolaan inventaris bahan kimia serta ketidakhadiran Lembar Data Keselamatan Bahan. Selain itu, kegiatan praktikum masih terbatas dan belum terdapat prosedur yang jelas dalam pengelolaan limbah hasil praktikum. Dari perspektif toksikologi lingkungan, ditemukan praktik pembuangan limbah cair langsung ke sistem drainase, keterbatasan alat pelindung diri (APD), serta rendahnya pemahaman guru terhadap tingkat toksisitas bahan kimia yang digunakan. Secara keseluruhan, diperlukan perbaikan sistem manajemen laboratorium yang mencakup aspek keselamatan kerja, dokumentasi, dan pengelolaan limbah berbasis risiko toksikologi guna mendukung kegiatan laboratorium yang aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026