Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) dalam mengembangkan pembelajaran kolaboratif dan kreativitas mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kombinasi (mixed methods) dengan model Concurrent Embedded, di mana pendekatan kualitatif ditempatkan sebagai metode utama dan pendekatan kuantitatif sebagai data pendukung yang berjalan secara simultan. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada Mata Kuliah IPA Dasar. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif, sedangkan data sekunder dihimpun melalui dokumentasi serta penyebaran angket skala penilaian (rating scale). Analisis data dilakukan secara terpadu melalui reduksi, penyajian data kualitatif, serta perhitungan persentase kuantitatif. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa alur RADEC secara konsisten membangun ruang kolaborasi yang dinamis melalui proses brainstorming ide visual dan pemecahan masalah bersama. Temuan ini diperkuat oleh data kuantitatif dengan rata-rata angket implementasi model sebesar 85% (Kategori Baik) dan puncaknya pada tahap Create mencapai 88,93% (Sangat Baik). Pada tahap akhir ini, mahasiswa secara kolaboratif berhasil melahirkan produk kreatif ganda berupa 13 media pembelajaran pop-up book bertema makhluk hidup, ekosistem, dan lingkungan, serta 13 artikel ilmiah orisinal yang sukses disubmisi ke jurnal nasional terakreditasi dengan indeks similarity Turnitin berkisar 7%–36%. Rata-rata indikator pembelajaran kolaboratif dan kreativitas mahasiswa mencapai 86% (Sangat Baik), ditopang kuat oleh aspek kerja sama, rasa positif, dan pemberian dukungan tim (masing-masing 89%). Integrasi data menegaskan bahwa model RADEC sangat efektif bertindak sebagai wahana pembelajaran autentik yang memicu kreativitas dan melatih kompetensi riset kolaboratif calon pendidik MI/SD.
Copyrights © 2026