Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan nilai Pancasila melalui budaya sekolah di MIS Ishlahul Muslimin Konawe Selatan. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, pembiasaan 5S membentuk perilaku menghargai sesama (sila kedua); ritual kolektif upacara, apel, dan shalat berjamaah menginternalisasi nilai lintas-sila secara sinergis; serta hafalan hadis adab menjadi strategi khas yang menjembatani nilai Islam dan Pancasila (bridging pedagogy). Implikasi dari penelitian ini secara teoretis memperkaya konsep living Pancasila melalui penguatan teori sosial-kognitif dalam integrasi nilai agama dan kebangsaan. Secara praktis, studi ini memberikan panduan aplikatif bagi madrasah dan pembuat kebijakan untuk merancang program penguatan karakter yang kontekstual, berbasis budaya lokal, serta berkelanjutan tanpa menciptakan disonansi kognitif pada peserta didik.
Copyrights © 2026