Penelitian korelasional deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental positif pada 162 siswa SMP Negeri 21 Surabaya. Pengambilan data menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF) dan Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF). Hasil uji normalitas menunjukkan kedua variabel tidak berdistribusi normal, sehingga uji korelasi menggunakan analisis non-parametrik Spearman’s rho. Ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental positif siswa (p = 0,029). Namun, hubungan tersebut menunjukkan arah negatif (ρ = –0,171) , yang berarti semakin tinggi aktivitas fisik yang dilakukan siswa, maka semakin rendah tingkat kesehatan mental positif yang mereka miliki. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesehatan mental positif siswa dipengaruhi oleh faktor multidimensional dan bersifat kontekstual, tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik semata, melainkan juga oleh faktor lingkungan sekolah, tekanan akademik, dukungan sosial, dan keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa program aktivitas fisik di sekolah perlu dirancang secara seimbang, menyenangkan, dan tidak membebani siswa agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap kesejahteraan mental mereka siswa.
Copyrights © 2026