Faktanya, kemampuan berpikir tingkat tinggi pesrta didik masih tergolong rendah karena model pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih terfokus kepada penjelasan guru. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik yaitu model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dan perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi antara kelas yang menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas yang menerapkan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen non-equivalent posttest control group design. Instrumen pengumpulan data adalah post-test dengan 13 soal pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik X MIPA 5 lebih baik dibandingkan dengan X MIPA 6. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik di kelas X MIPA 5 adalah 60,26 dan kelas kontrol adalah 49,15. Hasil analisis inferensial menunjukkan nilai signifikansi uji t sampel independen sebesar 0,0004 yang berarti kurang dari 0,05. Oleh karena itu dari hasil kedua analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil tes kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X MIPA 5 dan kelas X MIPA 6 dan X MIPA 5 mendapatkan hasil yang lebih baik setelah dilakukannya pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi gerak parabola.
Copyrights © 2023