Penelitian dengan metode True Experiment ini menggunakan rancangan faktorial 2Ă—2. Bertujuan menganalisis skor motivasi belajar fisika dan Keterampilan Proses Sains disingkat KPS. Sampel penelitian sebanyak 45 siswa dari dua kelas X MIA 2 (PjBL) dan X MIA 1 (pembelajaran langsung). Siswa diberi model PjBL memiliki rerata skor 9,64 dan model pembelajaran langsung 6,32. Motivasi rendah PjBL yaitu 9,91, pembelajaran langsung 4,18, mengartikan KPS motivasi rendah mendapatkan rerata PjBL lebih tinggi. Di materi momentum dan impuls KPS PjBL dengan nilai ujian x = 9,64 lebih meningkat dari pembelajaran langsung dengan nilai x = 6,32. Analisis ANOVA hipotesis 1 Fhitung = 121,07 dan Ftabel = 4,20 (Fhitung > Ftabel) menjelaskan H0 ditolak H1 diterima. Motivasi tinggi hipotesis 2 Fhitung = 14.94 dan Ftabel = 4.20 bahwa H0 ditolak H1 diterima. Skor KPS motivasi tinggi X MIA 2 dengan PjBL 9.72, adapun X MIA 1 pembelajaran langsung 8.36. Motivasi rendah hipotesis 3, Fhitung = 4.46 dan Ftabel = 4.20, H0 ditolak H1 diterima. KPS motivasi rendah kelas X MIA 2 PjBL 9.91, kelas X MIA 1 pembelajaran langsung 4.18. Interaksi sumber varian model pembelajaran dan motivasi belajar, hipotesis 4 menunjukkan Fhitung = 5.38 dan Ftabel = 4.20, H0 ditolak H1 diterima. Model PjBL memberikan kontribusi signifikan terhadap pembelajaran siswa motivasi rendah. Ranah pelaksanaan pembelajaran, para siswa motivasi rendah mengkonstruksi pengalaman baru kepemikirannya sendiri akhirnya lebih teringat. Sehingga kita mendapat pengetahuan terkait pengaruh model PjBL dan model pembelajaran langsung terkait motivasi belajar siswa terhadap KPS di kelas X SMA Negeri 4 Soppeng.
Copyrights © 2023