Pedagogi dialogis memfasilitasi proses berpikir bersama dalam pembelajaran matematika, namun dinamika agensi epistemik pada moda daring dan luring masih jarang dipahami secara mendalam. Penelitian ini menelusuri bagaimana agensi epistemik memengaruhi komunikasi matematis pada dua kelas dialogis yang melibatkan 55 mahasiswa Pendidikan Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui desain mixed methods eksplanatori, tahap kuantitatif menilai perbedaan capaian komunikasi, sementara tahap kualitatif menggambarkan pengalaman mahasiswa melalui wawancara dan observasi kelas. Hasil menunjukkan bahwa kelas luring mencapai kinerja komunikasi lebih tinggi, sementara pola capaian komunikasi berbeda secara deskriptif di sepanjang tingkat agensi epistemik. Data kualitatif memperlihatkan bahwa interaksi tatap muka memberi ruang bagi inisiatif spontan, penilaian sejawat yang lebih kaya, serta alur diskusi yang lebih fleksibel. Sebaliknya, interaksi daring cenderung membatasi partisipasi. Temuan ini menunjukkan bahwa agensi epistemik tidak hanya hadir dalam proses dialogis, tetapi juga berkelindan dengan capaian komunikasi, dengan implikasi bagi rancangan pembelajaran dialogis yang lebih adil. Dialogic pedagogy provides a foundation for cultivating reasoning and communication in mathematics; however, the emergence of epistemic agency across learning modalities remains underexplored. This study investigated how epistemic agency relates to mathematical communication in online and offline dialogic settings, employing an explanatory sequential mixed-methods design with 55 mathematics education students at UIN Syekh Nurjati Cirebon. The quantitative phase employed a quasi-experimental approach supported by validated instruments, while the qualitative phase drew on interviews and classroom observations. The results indicate that offline learning produced higher communication performance, with descriptive differences in communication patterns observed across levels of epistemic agency. Qualitative evidence illustrated how offline interaction encouraged initiative, appraisal, framing, and shared involvement, whereas online environments tended to constrain these expressions. The study highlights distinct enactments of epistemic agency across modalities and their implications for dialogic mathematics instruction.
Copyrights © 2025