Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang food waste terbesar di dunia. Di Kota Malang, sampah organik mendominasi komposisi sampah harian dengan persentase mencapai 61%. Kondisi ini menunjukkan tingginya potensi limbah pangan yang dihasilkan oleh masyarakat sehingga diperlukan upaya pengelolaan berbasis preventif dari sumbernya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Social Media Marketing Intensity (SMMI) terhadap Intention to Use aplikasi Surplus Indonesia di Malang Raya dengan Brand Awareness sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melalui survei terhadap 181 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penelitian ini mengacu pada kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R), di mana SMMI berperan sebagai stimulus eksternal yang diukur melalui informativeness, interactivity, electronic word of mouth, dan trendiness. Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh indikator valid dan reliabel dengan loading factor > 0,70 dan AVE > 0,50. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran digital pada aplikasi berbasis keberlanjutan serta memperkaya literatur perilaku konsumen digital di negara berkembang.
Copyrights © 2026