In Indonesia, maternal and child health remains a major concern due to the high Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). Efforts to reduce MMR and IMR are carried out through continuous midwifery care or Continuity of Care (CoC), starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, to family planning services. This study aimed to provide comprehensive midwifery care for Mrs. S, a 45-year-old G3P2A0 woman with a high-risk pregnancy at Ken Saras Hospital. This study used a descriptive method with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, documentation of the maternal and child health (MCH) book, and medical records. Care was provided continuously from the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, to family planning services. The results showed that Mrs. S experienced a high-risk pregnancy due to maternal age >35 years, with third-trimester complaints including frequent urination, back pain, and fatigue, which were managed through education and non-pharmacological management. Delivery was performed by cesarean section based on certain indications. The baby was born in good condition and received standard newborn care. During the postpartum period, the mother experienced suboptimal breast milk production, therefore breastfeeding education, oxytocin massage, and nutritional support were provided. In family planning services, the mother chose the MOW contraceptive method. The conclusion of this study shows that Continuity of Care midwifery care is effective in detecting risk factors, preventing complications, and improving maternal and infant health. Abstrak Kondisi kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih menjadi perhatian utama karena tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S umur 45 tahun G3P2A0 dengan risiko tinggi di RS Ken Saras. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi buku KIA, dan rekam medis. Asuhan diberikan secara berkelanjutan sejak kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. S mengalami kehamilan risiko tinggi karena usia >35 tahun dengan keluhan trimester III berupa sering buang air kecil, nyeri punggung, dan mudah lelah yang dapat diatasi melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan dilakukan secara sectio caesarea atas indikasi tertentu. Bayi lahir dalam keadaan baik dan mendapatkan asuhan sesuai standar. Pada masa nifas, ibu mengalami produksi ASI belum optimal sehingga diberikan edukasi menyusui, pijat oksitosin, dan dukungan nutrisi. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi MOW. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa asuhan kebidanan Continuity of Care efektif dalam mendeteksi faktor risiko, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi.
Copyrights © 2026