Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengungkap representasi subordinasi dan perlawanan perempuan dalam media film, guna memperkuat kajian feminisme radikal serta meningkatkan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan gender dalam budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi subordinasi serta resistensi perempuan dalam film Perempuan Berkelamin Darah (2023) dengan menggunakan kerangka pemikiran feminisme radikal yang digagas oleh Kate Millett. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelaahan terhadap adegan dan dialog yang terdapat dalam film. Analisis dilakukan berdasarkan konsep politik seksual Millett yang mencakup dimensi ideologi, pemaksaan, aspek psikologis, serta relasi ekonomi dan kekuasaan. Temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa bentuk-bentuk subordinasi terhadap perempuan digambarkan melalui adegan kekerasan seksual, tindak kekerasan fisik, stigmatisasi psikologis, serta konstruksi ideologi patriarkil yang cenderung menyalahkan korban. Di sisi lain, film ini juga merepresentasikan beragam bentuk perlawanan dari tokoh perempuan sebagai respons terhadap dominasi patriarki. Dengan demikian, film ini tidak sekadar menyajikan gambaran penderitaan perempuan, melainkan juga berfungsi sebagai kritik terhadap sistem patriarkil yang menindas.
Copyrights © 2026