Urgensi penelitian ini adalah mengkaji nilai-nilai aksiologis dalam media pembelajaran berbasis web berdasarkan perspektif Ki Hajar Dewantara agar pengembangan media digital tidak hanya berorientasi pada efektivitas penyampaian materi, tetapi juga selaras dengan pembentukan karakter, kemandirian belajar, dan nilai kebudayaan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis literatur yang relevan dari Google Scholar dan basis data akademik universitas. Literatur dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu terbit dalam lima tahun terakhir, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta relevan dengan topik aksiologi, media pembelajaran berbasis web, dan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai aksiologis, khususnya nilai moral dan estetika, berperan penting dalam perancangan media pembelajaran berbasis web. Nilai moral tampak pada perlunya media yang menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, dan etika digital, sedangkan nilai estetika tampak pada pentingnya desain web yang menarik, komunikatif, serta tetap mempertimbangkan kearifan lokal dan karakteristik peserta didik. Dalam perspektif Ki Hajar Dewantara, media pembelajaran berbasis web perlu dikembangkan dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, konsep 3N yaitu ngerti, ngroso, dan nglakoni, serta sistem among yang menempatkan guru sebagai penuntun, fasilitator, dan pemberi dorongan. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis web tidak hanya berfungsi sebagai sarana digitalisasi pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang eksplorasi yang memerdekakan peserta didik dan mendukung pembentukan manusia yang berkarakter, berbudaya, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026