Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh insentif progresif dan beban kerja terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit melalui workforce resilience sebagai variabel mediasi pada PTPN IV Regional II Kebun Air Batu. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sumber daya manusia pada sektor perkebunan kelapa sawit dalam menghadapi tuntutan peningkatan produktivitas, sementara karakteristik pekerjaan pemanen memiliki beban kerja yang tinggi dan sistem insentif yang berbasis pencapaian hasil kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja pemanen kelapa sawit pada PTPN IV Regional II Kebun Air Batu sebanyak 321. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan rumus slovin (5%) sehingga diperoleh jumlah sample sebanyak 178 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa insentif progresif berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived work productivity (persepsi produktivitas kerja) dan workforce resilience. Beban kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived work productivity serta workforce resilience, sehingga hipotesis yang mengasumsikan pengaruh negatif tidak didukung oleh hasil empiris. Selanjutnya, workforce resilience terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja, serta mampu memediasi secara positif dan signifikan pengaruh insentif progresif dan beban kerja terhadap produktivitas kerja tenaga kerja pemanen kelapa sawit. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada konteks pekerjaan pemanen kelapa sawit, beban kerja tidak hanya dipersepsikan sebagai tuntutan pekerjaan, tetapi juga sebagai tantangan dan peluang memperoleh kompensasi melalui sistem insentif progresif, sehingga memperkuat kemampuan adaptasi tenaga kerja
Copyrights © 2026