Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Insentif Progresif, Beban Kerja, Dan Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit: Peran Mediasi Workforce Resilience Pemanen Pada Ptpn Iv Regional Ii Kebun Air Batu Endrawan Endrawan; Mhd Asaad; Mhd Buhari Sibuea
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i2.14173

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh insentif progresif dan beban kerja terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit melalui workforce resilience sebagai variabel mediasi pada PTPN IV Regional II Kebun Air Batu. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sumber daya manusia pada sektor perkebunan kelapa sawit dalam menghadapi tuntutan peningkatan produktivitas, sementara karakteristik pekerjaan pemanen memiliki beban kerja yang tinggi dan sistem insentif yang berbasis pencapaian hasil kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja pemanen kelapa sawit pada PTPN IV Regional II Kebun Air Batu sebanyak 321. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan rumus slovin (5%) sehingga diperoleh jumlah sample sebanyak 178 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa insentif progresif berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived work productivity (persepsi produktivitas kerja) dan workforce resilience. Beban kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived work productivity serta workforce resilience, sehingga hipotesis yang mengasumsikan pengaruh negatif tidak didukung oleh hasil empiris. Selanjutnya, workforce resilience terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja, serta mampu memediasi secara positif dan signifikan pengaruh insentif progresif dan beban kerja terhadap produktivitas kerja tenaga kerja pemanen kelapa sawit. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada konteks pekerjaan pemanen kelapa sawit, beban kerja tidak hanya dipersepsikan sebagai tuntutan pekerjaan, tetapi juga sebagai tantangan dan peluang memperoleh kompensasi melalui sistem insentif progresif, sehingga memperkuat kemampuan adaptasi tenaga kerja
Insentif Progresif Berbasis Premi Panen Dan Pruning Terhadap Produktivitas Kerja Pemanen Melalui Motivasi Kerja Syahrial Damanik; Mhd Asaad; Mhd Ilham Riyadh
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i2.14166

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Premi Panen Progresif dan Premi Pruning Progresif terhadap Produktivitas Kerja melalui Motivasi Kerja pada tenaga kerja pemanen di PTPN IV Regional II Kebun Meranti Paham. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya sistem penghargaan yang tidak hanya mendorong pencapaian target produksi, tetapi juga mampu membentuk perilaku kerja yang mendukung keberlanjutan produktivitas perkebunan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 321 tenaga kerja pemanen, sedangkan sampel sebanyak 178 responden ditentukan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Premi Panen Progresif dan Premi Pruning Progresif berpengaruh positif terhadap Motivasi Kerja dan Produktivitas Kerja. Motivasi Kerja juga berpengaruh positif terhadap Produktivitas Kerja. Pengujian mediasi menunjukkan bahwa Motivasi Kerja tidak mampu memediasi pengaruh Premi Panen Progresif terhadap Produktivitas Kerja, tetapi mampu memediasi pengaruh Premi Pruning Progresif terhadap Produktivitas Kerja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pengaruh sistem penghargaan dipengaruhi oleh karakteristik pekerjaan yang menjadi dasar pemberian penghargaan. Premi Panen Progresif yang berorientasi pada pencapaian hasil produksi harian membentuk produktivitas kerja secara langsung, sedangkan Premi Pruning Progresif yang berorientasi pada aktivitas pemeliharaan tanaman meningkatkan produktivitas melalui peningkatan Motivasi Kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep strategic reward system dengan menunjukkan bahwa efektivitas sistem penghargaan bersifat kontekstual sesuai karakteristik pekerjaan. Penelitian juga mengusulkan model konseptual Progressive Harvesting–Maintenance Incentive System (PHMIS) sebagai pendekatan pengelolaan sistem penghargaan yang mengintegrasikan penghargaan berbasis produksi dan penghargaan berbasis pemeliharaan untuk meningkatkan perceived work productivity tenaga kerja pemanen