Nagari Tanjung Alai memiliki potensi produksi buah naga yang cukup besar, luas perkebunan naga 75 ha dengan hasil panen bisa mencapai 150 ton/bulan. Namun saat panen raya sebagian hasil panen tidak mampu diserap oleh pasar, sehingga menyebabkan penurunan harga dan mengurangi pendapatan petani. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan daya simpan yang lebih lama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi mengenai potensi pengolahan buah naga menjadi keripik, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah buah naga sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, survei lapangan, koordinasi dengan pemerintahan nagari, serta pelaksanaan sosialisasi dan demonstrasi proses pembuatan keripik buah naga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pemanfaatan buah naga menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Sebagian besar peserta mampu memahami tahapan pengolahan keripik buah naga dan melihat peluang pengembangannya sebagai usaha rumah tangga yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong terbentuknya produk unggulan Nagari Tanjung Alai, memperkuat peran UMKM, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan agroindustri berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026