Keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan di daerah terpencil seperti Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur menjadi tantangan besar dalam pemenuhan hak dasar masyarakat atas kesehatan. Sebagai respons terhadap hal tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya bekerja sama dengan Yayasan Ignatius Joseph Kasimo menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kesehatan bergerak selama perayaan Semana Santa 2025. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan layanan pengobatan umum dan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga mendokumentasikan pola penyakit yang sering ditemukan serta melakukan refleksi terhadap sistem pelayanan yang dijalankan. Metode pelaksanaan mencakup kunjungan langsung ke desa-desa terpencil, observasi pelayanan, pencatatan data klinis, dan koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi serta efektivitas pelayanan berbasis tim medis kecil namun adaptif. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi multi-sektor dan pendekatan desentralisasi dalam menjangkau komunitas yang terisolasi secara geografis. Artikel ini menjadi kontribusi akademik untuk pengembangan model pelayanan kesehatan komunitas yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026