This study aims to explore in depth the dynamics of Psychological Capital (PsyCap) and its role in fostering innovative resilience among travel agency owners in Yogyakarta affiliated with the Jogja Travel Community (JTC) ecosystem. Amidst massive tourism disruption, the strength of internal psychological capital has become a primary determinant of business sustainability. Employing a qualitative method with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) design, data were gathered through in-depth semi-structured interviews with six travel agency owners. The results reveal that the HERO pillars (Hope, Efficacy, Resilience, and Optimism) work synergistically to form a creative agency, enabling participants to transform their business models from conventional to digital and niche markets. Key findings indicate that JTC serves as a "psychological anchor" mediating the process of collective meaning-making and positive contagion among members. The integration of individual psychological strengths and community support leads entrepreneurs to a state of flourishing, where crises are integrated as part of eudaimonic growth and the discovery of new life meaning. This research provides significant implications for strengthening positive organizational psychology literature and strategies for developing mental resilience for tourism industry players. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika Psychological Capital (PsyCap) dan perannya dalam mendorong resiliensi inovatif pada pemilik biro perjalanan di Yogyakarta yang tergabung dalam ekosistem Jogja Travel Community (JTC). Di tengah disrupsi pariwisata yang masif, kekuatan modal psikologis internal menjadi determinan utama keberlangsungan usaha. Menggunakan metode kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam terhadap enam pemilik biro perjalanan. Hasil penelitian mengungkap bahwa pilar-pilar HERO (Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism) bekerja secara sinergis membentuk creative agency yang memungkinkan partisipan melakukan transformasi model bisnis dari konvensional ke digital dan minat khusus. Temuan kunci menunjukkan bahwa JTC berperan sebagai "jangkar psikologis" yang memediasi proses meaning-making kolektif dan penularan positif (positive contagion) antar anggota. Integrasi antara kekuatan psikologis individu dan dukungan komunitas membawa para pelaku usaha mencapai kondisi flourishing, di mana krisis diintegrasikan sebagai bagian dari pertumbuhan eudaimonik dan penemuan makna hidup baru. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan literatur psikologi organisasi positif dan strategi pengembangan ketangguhan mental bagi pelaku industri pariwisata.
Copyrights © 2026