Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh citra daring remaja populer terhadap standar kecantikan serta peran mereka sebagai panutan bagi kelompok demografis ini. Desain Penelitian: (1) Penelitian ini menganalisis 25 publikasi ilmiah di SINTA/Scopus dan informasi mengenai industri kosmetik nasional untuk periode 2020–2026, melalui pendekatan tinjauan pustaka. Angka-angka menunjukkan bahwa influencer kecantikan menyumbang 46,3% dari apa yang dibeli remaja di Instagram dan TikTok. Poin-poin utama menunjukkan “Efek Tasya Farasya,” yang antusiasmenya mendorong orang untuk hidup lebih berkelanjutan dan lokal. Studi ini menemukan bahwa 40% pembaca ulasan tidak puas dengan citra tubuh mereka dan salah satu alasannya adalah standar kecantikan yang tidak mungkin dicapai. Akhirnya, influencer tidak lagi sekadar pemasar, tetapi orang-orang yang membantu membentuk identitas generasi muda. Oleh karena itu, literasi digital yang kritis sangat penting bagi pembaca.
Copyrights © 2026