Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fenomena fear of missing out (fomo) dalam perspektif ilmu komunikasi: sebuah systematic literature review Rayhan Almufid Versi; Darmawati; Musfialdy; Reizki Maharani
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810710500

Abstract

Fear of Missing Out (FoMO) telah berkembang menjadi fenomena komunikasi digital yang signifikan dalam ekosistem media sosial kontemporer. Artikel ini menyajikan hasil systematic literature review (SLR) terhadap penelitian FoMO dari perspektif ilmu komunikasi dengan menggunakan pedoman PRISMA 2020 dan kerangka PICO. Penelitian bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama: (1) faktor-faktor komunikasi apa yang memengaruhi munculnya FoMO pada pengguna media sosial, dan (2) bagaimana dampak FoMO terhadap perilaku komunikasi pengguna media sosial. Sebanyak 42 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2022 hingga 2026 dianalisis melalui proses sintesis tematik yang sistematis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa FoMO pada pengguna media sosial dipengaruhi oleh lima faktor komunikasi utama, yaitu intensitas penggunaan media sosial, social comparison dan self-presentation, need to belong dan fear of social exclusion, communication visibility dan social media exposure, serta engagement-oriented communication. Adapun dampak FoMO terhadap perilaku komunikasi mencakup peningkatan social media engagement, excessive checking behavior, perubahan pola self-disclosure dan online participation, problematic social media use, social media addiction dan dependency, serta transformasi pola komunikasi sosial secara menyeluruh. Temuan ini diinterpretasikan melalui lens teoretis Uses and Gratifications Theory, Social Comparison Theory, Media Dependency Theory, dan Computer Mediated Communication (CMC). Artikel ini berkontribusi pada pengembangan model konseptual yang menghubungkan faktor-faktor komunikasi, FoMO, dan transformasi perilaku komunikasi digital. Implikasi praktis dan agenda penelitian masa depan turut dirumuskan untuk mendorong literasi digital yang lebih sehat.
Studi Pustaka Dampak Influencer Media Sosial Pada Gaya Hidup Kecantikan Remaja ina zahwa; zahwa; Darmawati
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 3 No. 1 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v3i1.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh citra daring remaja populer terhadap standar kecantikan serta peran mereka sebagai panutan bagi kelompok demografis ini. Desain Penelitian: (1) Penelitian ini menganalisis 25 publikasi ilmiah di SINTA/Scopus dan informasi mengenai industri kosmetik nasional untuk periode 2020–2026, melalui pendekatan tinjauan pustaka. Angka-angka menunjukkan bahwa influencer kecantikan menyumbang 46,3% dari apa yang dibeli remaja di Instagram dan TikTok. Poin-poin utama menunjukkan “Efek Tasya Farasya,” yang antusiasmenya mendorong orang untuk hidup lebih berkelanjutan dan lokal. Studi ini menemukan bahwa 40% pembaca ulasan tidak puas dengan citra tubuh mereka dan salah satu alasannya adalah standar kecantikan yang tidak mungkin dicapai. Akhirnya, influencer tidak lagi sekadar pemasar, tetapi orang-orang yang membantu membentuk identitas generasi muda. Oleh karena itu, literasi digital yang kritis sangat penting bagi pembaca.
Analisis Perilaku Belanja Online dan Dampaknya terhadap Ekonomi Keluarga: Sebuah Studi Literatur Sri Rizka Agustina; Nurul Jannah; Shelsy Aulia; Darmawati
SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/saber.v4i2.3680

Abstract

This study aims to analyze people's online shopping behavior and assess its impact on family economic conditions. The development of digital technology has transformed people's consumption habits, particularly in shopping activities, which are now increasingly practical through online platforms. Easy access, product diversity, and various payment options have made online shopping a dominant trend. However, this convenience also has the potential to foster consumer behavior that impacts financial stability. This study aims to analyze bold shopping patterns and their impact on household financial conditions. The approach used is descriptive qualitative library research, collecting and analyzing data from various scientific journals, articles, and related references. The study findings indicate that online shopping has diverse effects: on the one hand, it offers time and cost savings, but on the other hand, it can lead to waste and indiscipline in family budget management if not supported by adequate self-control. Therefore, an understanding of financial management and digital literacy is crucial to ensure optimal use of technology without harming family economic well-being. Furthermore, this phenomenon requires synergy between digital platform policies and consumer education to mitigate the risk of impulsive buying. This research confirms that psychological factors often outweigh objective needs in digital transactions. As a recommendation, adaptive financial management support strategies are needed for families in this era of disruption to maintain domestic economic resilience against the pressures of a modern lifestyle.