Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berbasis Social Emotional Learning (SEL) dalam mengurangi kecanduan gadget pada siswa sekolah dasar. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya intensitas penggunaan gadget yang berdampak pada penurunan kualitas interaksi sosial, kontrol diri, serta keterlibatan siswa dalam aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan pembelajaran PJOK berbasis SEL dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket kecanduan gadget, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji statistik paired sample t-test dan independent sample t-test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan tingkat kecanduan gadget pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Penurunan ini tidak hanya ditunjukkan oleh berkurangnya durasi penggunaan gadget, tetapi juga oleh peningkatan kemampuan pengelolaan emosi, kesadaran diri, dan interaksi sosial siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi aspek sosial dan emosional dalam pembelajaran PJOK mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta membentuk perilaku adaptif siswa terhadap penggunaan teknologi. Oleh karena itu, pembelajaran PJOK berbasis SEL dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran inovatif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital
Copyrights © 2025