Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata sejarah di Taman Nasional Alas Purwo, menganalisis persepsi masyarakat terhadap potensi tersebut, serta mengkaji implikasi pengembangannya terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas pengelola kawasan, masyarakat lokal, pemandu wisata, dan pengunjung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui kajian wisata sejarah pada kawasan konservasi yang dianalisis berdasarkan persepsi masyarakat dan implikasi pengembangannya terhadap pelestarian budaya serta pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Nasional Alas Purwo memiliki potensi wisata sejarah yang tinggi melalui keberadaan Situs Kawitan, Pura Luhur Giri Salaka, Goa Istana, Goa Karno, Goa Mayangkoro, dan Goa Padepokan yang mengandung nilai historis, spiritual, dan kultural. Persepsi masyarakat terhadap pengembangan wisata sejarah cenderung positif, meskipun masih terdapat tantangan pada aspek aksesibilitas, fasilitas interpretasi, dan kelembagaan pengelolaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan wisata sejarah berbasis kolaborasi dan keberlanjutan dapat mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat diversifikasi pariwisata di kawasan Taman Nasional Alas Purwo
Copyrights © 2026