Penggunaan bahan pengawet kimia pada produk pangan asal hewan masih sering dijumpai, terutama di pasar tradisional. Penggunaan bahan pengawet sintetis berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan karena pada konsentrasi yang berlebihan dapat merusak kualitas dan struktur pangan asal hewan serta memberikan dampak negatif bagi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, eksplorasi bahan pengawet alami yang aman dan efektif untuk pangan asal hewan menjadi sangat penting. Daun biwa (Eriobotrya japonica (Lindl.)) mengandung senyawa polifenol, terutama flavonoid dan tanin, yang memiliki aktivitas antimikroba serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami dan agen biofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antimikroba ekstrak etanol daun biwa (Eriobotrya japonica (Lindl.)) terhadap bakteri kontaminan pangan, yaitu Salmonella spp. dan Escherichia coli. Ekstrak daun biwa diuji pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60% menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang mendukung pengembangan ekstrak daun biwa sebagai bahan pengawet alami untuk produk pangan asal hewan serta menjadi dasar bagi pemanfaatannya dalam teknologi pengawetan pangan dan pengembangan senyawa bioaktif.
Copyrights © 2026