Sektor perikanan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada aktivitas penangkapan ikan. Meskipun Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, tingkat kesejahteraan nelayan masih relatif rendah. Kondisi ini disebabkan oleh lemahnya posisi tawar nelayan, keterbatasan fasilitas pascapanen, serta tingginya kerugian hasil tangkapan. Implementasi kebijakan cold storage sering menghadapi berbagai kendala di tingkat pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kebijakan penyediaan cold storage dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Takalar. Penelitian menggunakan pendekatan eksploratif melalui systematic literature review yang dipadukan dengan pengumpulan data empiris dan telaah dokumen kebijakan sektor perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penyediaan cold storage mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung pemberdayaan nelayan melalui penyediaan infrastruktur pascapanen. Cold storage berpotensi menjaga kualitas hasil tangkapan, mengurangi kehilangan pascapanen, serta meningkatkan fleksibilitas waktu penjualan belum optimal akibat lemahnya regulasi daerah, rendahnya kapasitas sumber daya manusia nelayan, terbatasnya sosialisasi dan pendampingan, serta belum terbangunnya sistem pengelolaan yang partisipatif dan berkelanjutan. Olehnya, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas nelayan dan integrasi kebijakan menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan cold storage.
Copyrights © 2026