Layanan bimbingan dan konseling (BK) berperan penting dalam penjaminan mutu pendidikan, namun implementasinya sering menghadapi kesenjangan antara perencanaan dan praktik layanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keterlaksanaan administrasi BK dan supervisi guru BK sebagai dasar penilaian mutu layanan BK di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan analisis kuantitatif deskriptif terhadap 14 sekolah. Data diperoleh melalui instrumen studi dokumentasi instrumen evaluasi administrasi BK dan supervisi layanan guru BK, kemudian dianalisis menggunakan persentase keterlaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterlaksanaan administrasi BK mencapai 72,96% (kategori cukup), dengan capaian tertinggi pada program tahunan dan semester (92,86%) serta terendah pada sosiometri (21,43%). Sementara itu, rata-rata keterlaksanaan supervisi guru BK sebesar 53,00% (kategori cukup), dengan dominasi layanan klasikal (82,14%) dan konseling individual (71,43%), serta rendahnya evaluasi dan tindak lanjut (37,50%). Temuan ini menegaskan perlunya penguatan asesmen berbasis data dan supervisi klinis untuk meningkatkan mutu layanan BK.
Copyrights © 2025