Doa dalam Al-Qur’an tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga memiliki fungsi regulasi emosi dan kesehatan mental. Penelitian ini menganalisis mekanisme emosional dan gaya berdoa dalam Q.S. Ibrahim ayat 39–40 menggunakan pendekatan tafsir ijmali (Tafsīr al-Muyassar dan Tafsīr al-Marāgī) serta dikaitkan dengan teori psikologi doa kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kualitatif model Miles & Huberman. Hasil penelitian menemukan tiga mekanisme emosional: syukur dan apresiasi, kelekatan aman kepada Tuhan, serta harapan dan proyeksi masa depan. Ketiga mekanisme ini membentuk tiga gaya berdoa: ekspresif-apresiatif, permohonan dependen, dan proyektif-generatif. Temuan ini menunjukkan bahwa doa dalam Al-Qur’an sejalan dengan konsep psikologi modern seperti emotion focused coping, savoring, secure attachment, dan generativity. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan konseling religius dan psikoterapi spiritual.
Copyrights © 2026